Gelar Razia, Polisi Temukan Anak Kelas 4 SD Positif Narkoba

Gde Sugianyar Dwi Putra (Suara NTB/ars)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Badan Narkotika Nasional (BNNP) NTB menyisir sejumlah warung internet (warnet) yang buka 24 jam di Mataram. Mengejutkan, karena dalam operasi itu, tim menemukan 14 remaja dan diantaranya anak usia sekolah positif narkoba setelah dilakukan tes urine.

Operasi dipimpin langsung Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, M.Si,  Sabtu, 9 November 2019 dini hari. Belasan anak tersebut ditemukan di sejumlah warnet game online atau permainan dalam jairngan (daring).

Ada enam titik operasi yang menjadi sasaran razia petugas, khususnya Warnet yang menyediakan Game Online selama 24 jam di Kota Mataram. Satu per satu disisir, sedikitnya 132 orang pengunjung yang di lakukan tes urine, ditemukan 14 anak yang jadi pengunjung warnet  positif menggunakan narkotika.

‘’Jumlah yang dites urine sebanyak 132 orang dan yang positif sebanyak 14 orang dan negatif 118 orang,’’ ucap Gde Sugianyar.

Lokasi yang jadi sasaran operasi di itu di antaranya Game Play Gomong ditemukan 2 orang, Warnet King Jalan Panjitilar diamankan 3 orang, Warnet Vex Jalan Swakarya 3 orang, Game Play Jalan Swakarya ditemukan 3 orang, Dede Net Jalan Merdeka diamankan 1 orang dan Warnet Joker Jalan Majapahit  diamankan 2 orang.

Seluruh remaja yang positif menggunakan narkotika tersebut dibawa oleh petugas ke kantor BNNP NTB, selanjutnya dilakukan assessment untuk direhabilitasi.

Dalam pelaksanaan razia tersebut Kepala BNNP NTB mengaku menemukan langsung banyak pelajar yang bermain game online dan internet hingga dinihari.

Mirisnya, kata dia, tiga orang anak masih duduk di kelas 4 SD. Fakta ini menurutnya sangat memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan.

Karena sebagian besar warnet digunakan kegiatan game online yang beroperasi 24 jam, berpotensi besar sebagai bagian dari peredaran dan pemakaian narkoba. Mengantisipasi kekhawatiran warnet jadi sarang narkotika, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda terkait regulasi, perijinan dan pengawasan warnet di Kota Mataram.

Operasi itu dilakukan karena berdasarkan informasi dari masyarakat, warnet Game Online terindikasi marak terjadi penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja, khususnya pengunjung.

Ia menambahkan, akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait di Kota Mataram untuk segera mengantisipasi peredaran narkoba di Warnet. Upaya ini sebagai langkah lain menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. (ars)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.