Dugaan Korupsi Gadai Rp750 Juta, Delapan Pegawai Internal Pegadaian Godo Diperiksa

Wayan Suryawan (Suara NTB/ist)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Kejari Bima melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi gadai Pegadaian Godo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima tahun 2018. Jaksa penyidik memeriksa sekurangnya delapan saksi. Mereka diantaranya merupakan pegawai internal.

“Dari internal pegadaian (Godo) sudah ada sekitar delapan orang yang datang memenuhi panggilan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Bima Wayan Suryawan dikonfirmasi Sabtu kemarin.

Pemeriksaan itu terkait pelaksanaan prosedur standar operasional dalam hal pemberian pinjaman dengan jaminan gadai. Penyidik mendalami apakah prosedur itu ditaati atau tidak.

Total nasabah yang diduga mendapat fasilitas gadai bermasalah itu sebanyak 25 orang. Setiap saksi diperiksa terkait peranannya perihal gadai tersebut. Mulai dari prosedur pengajuan sampai akhirnya memperoleh fasilitas pembiayaan.

“Dari pihak nasabah sebenarnya sudah kita panggil. Tetapi mereka belum ada yang datang sehingga kita fokus ke pemeriksaan pegawai internalnya,” kata Wayan.

Kejari Bima mengusut kasus dugaan korupsi penyimpangan gadai pada Pegadaian Godo, Woha, Kabupaten Bima tahun 2018. Barang gadai diduga dioper untuk dijadikan agunan pinjaman lain.

Kasus itu mulai ditangani setelah ada temuan dari auditor Sistem Pengendalian Intern (SPI) Pengadaian Bima sebesar Rp750 juta.Temuanya ada indikasi laporan kas keuangan yang mencurigakan. Hal itu timbul diduga akibat penyalahgunaan wewenang. Indikasi itu yang membuat jaksa penyidik menaikkan status penanganan kasus menjadi penyidikan.

Proses pembiayaan gadai diduga tidak sesuai dengan prosedur. Yang akibatnya terindikasi menimbulkan kerugian keuangan negara. barang digadaikan di Pegadaian Unit Pelayanan Cabang Godo. Setelah mendapat fasilitas gadai, jaminan dipakai lagi untuk menjadi jaminan di tempat lain. (why)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.