Korupsi DD/ADD, Mantan Kades Pengembur Dituntut Enam Tahun Penjara

Fathurrauzi (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kades Pengembur Supardi Yusuf terancam mendekam di dalam penjara selama enam tahun.

Hal itu setelah jaksa penuntut mengajukan tuntutannya ke hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Terdakwa dituntut karena terbukti korupsi DD/ADD tahun 2017 sebesar Rp639,2 juta.

Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Fathurrauzi menjelaskan, terdakwa Supardi sudah mengajukan pembelaannya dalam menanggapi tuntutan tersebut.

“Jaksa sebelumnya menuntut penjara enam tahun dan denda Rp200 juta,” ucapnya dikonfirmasi di ruang kerjanya Kamis, 7 November 2019.

Baca juga:  Terungkap, Mantan Kades Ini Beli Moge Pakai Dana Desa

Dia menjelaskan, dalam tuntutannya, jaksa mengajukan pidana pengganti selama lima bulan kurungan untuk terdakwa apabila tidak sanggup membayar denda tersebut. Terdakwa juga dituntut membayar pengganti kerugian negara sebesar Rp608,2 juta subsider

dua tahun penjara.

“Kerugian negaranya Rp639,236 juta. Sudah ada pengembalian Rp31 juta sehingga sisa yang harus diganti sebesar Rp608,236 juta,” terang hakim yang akrab disapa Ojik ini.

Supardi, menurut jaksa, terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca juga:  Oknum Aplikator Diduga Bawa Kabur Dana RTG di Gunungsari

“Itu ada proyek-proyek fisik yang di dalam laporannya ada penggunaan anggaran untuk posyandu, sumur bor. Tetapi dalam kenyataannya tidak sesuai dengan laporannya itu,” jelasnya.

Supardi sebagai Kepala Desa Pengembur tidak dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan DD/ADD tahun 2017. Sejumlah proyek fisik desa dikerjakan asal-asalan dalam hal laporan keuangannya. Untuk menutupi hal itu, Supardi memanipulasi laporan pertanggungjawaban. (why)