2.244 Hektare Terbakar, 90 Persen untuk Buka Lahan Pertanian Baru

Polisi berusaha memadamkan api pada kebakaran hutan baru-baru ini. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Karhutla Polda NTB mencatat luasan lahan di NTB yang terbakar mencapai 2.244 hektare. Kebakaran itu sebagian besarnya terjadi karena pembukaan lahan pertanian baru. Lima orang diduga penyulut kebakaran lahan ditetapkan tersangka.

Kepala Biro Operasi Polda NTB Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya menerangkan bahwa sepanjang Agustus-Oktober ini telah dipadamkan sebanyak 180 titik api. Titik api paling banyak dipadamkan yakni di Kabupaten Dompu

“90 persennya itu karena adanya aktivitas untuk pembukaan lahan pertanian baru. Khususnya untuk penanaman tanaman hortikultura seperti jagung dan kacang,” ujarnya didampingi Kabid Humas Kombes Pol H Purnama, Kamis, 7 November 2019.

Baca juga:  Polisi Usut Kebakaran di Rinjani dan Tambora

Satgas paling banyak memadamkan api di wilayah Kabupaten Dompu yakni 44 kali pemadaman, menyusul kemudian 35 kali

pemadaman di Kabupaten Sumbawa, 19 kali pemadaman di Kabupaten Bima, 18 kali pemadaman di wilayah Lombok Timur.

14 kali pemadaman di Lombok Barat, 17 kali pemadaman di Kota Bima tujuh kali pemadaman di Lombok Tengah, enam kali pemadaman di Sumbawa Barat, dan empat pemadaman api di Kota Mataram.

Sementara berdasarkan luasannya, Maningka menjelaskan bahwa wilayah terbakar paling luas di Lombok Timur yakni 782,24 hektare; Dompu 478,5 hektare; Bima 371 hektare; Sumbawa 200,17 hektare; Lombok Utara 108,78 hektare; Lombok Tengah 86,56 hektare; Kota Bima 69,88 hektare; Lombok Barat 40,1 hektare; dan Kota Mataram 34 are.

Baca juga:  Kawasan Geopark Rinjani dan Tambora Terbakar

Dari sejumlah kasus Karhutla tersebut, telah ditetapkan lima orang tersangka yang diduga sengaja membakar lahan dan hutan. “Mereka melakukan pembersihan lahan garapan dengan membakar semak belukar maupun ranting pohon sehingga api menjalar ke area lahan lainnya,” tutup Maningka. (why)