Korupsi Dana Bantuan Masjid, Vonis Banding Silmi Belum Penuhi Rasa Keadilan

Yusuf dan Fathurrauzi (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penuntut umum Kejari Mataram mengajukan kasasi atas vonis banding terdakwa Silmi, mantan Kasubbag Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB. Vonis bandingnya justru menambah ringan hukuman. Semakin jauh turun dari tuntutan.

“Itu masih di bawah 2/3 (dari tuntutan). Kita harus upaya hukum untuk rasa keadilan,” tegas Kepala Kejari Mataram Yusuf ditemui Rabu, November 2019 kemarin. Dia sudah memerintahkan jaksa untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Yusuf menerangkan bahwa pernyataan kasasi sudah dikirimkan pada Senin lalu. Pengajuan kasasi itu, sambung dia, menanggapi putusan banding Pengadilan Tinggi NTB. Saat ini tim jaksa sedang menyusun memori kasasi. Hakim banding memutus lebih ringan daripada putusan Pengadilan Negeri Mataram.

“Pidana badannya masih kurang. Masih belum sesuai dengan yang diajukan JPU dalam tuntutannya,” imbuh dia.

Selain itu, pihaknya juga menimbang perihal penerapan pasal yang dipakai untuk menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Silmi. “Soal penerapan pasalnya juga kita yakin terbuktinya pasal 12 e,” ucap Yusuf.

Baca juga:  Vonis Ringan di Kasus Korupsi Dana Masjid Terdampak Gempa Jadi Sorotan

Dalam putusannya, hakim banding Pengadilan Tinggi NTB menjatuhkan vonis dengan pertimbangan pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Silmi

dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun delapan bulan, denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Sementara Pengadilan Negeri Mataram memvonis Silmi dengan penjara empat tahun penjara, denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan.

Tuntutan jaksa sebelumnya yakni  delapan tahun penjara terhadap Silmi. Serta denda Rp200 juta subsider kurungan dua bulan. merujuk pada pembuktian pasal 12e UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Baca juga:  Vonis Ringan di Kasus Korupsi Dana Masjid Terdampak Gempa Jadi Sorotan

Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Fathurrauzi mengonfirmasi bahwa jaksa sudah menyatakan kasasinya atas vonis banding Silmi tersebut. “Pernyataan (kasas) sudah. Hanya belum diikuti dengan memori kasasinya. Masih ada waktu sesuai KUHAP untuk memori kasasi itu,” ujarnya ditemui secara terpisah.

Silmi terbukti memerintahkan mantan Kasubag TU Kemenang Lombok Barat M Ikbaludin untuk memungut dana bantuan masjid terdampak gempa masing-masing sebesar 30 persen dari total dana yang diterima.

Ikbaludin kemudian menyuruh pegawai KUA Gunungsari, Lalu Basuki Rahman untuk ikut memungut. Total dana yang berhasil dipungut dari 12 masjid di tiga kecamatan di Lombok Barat yakni Rp104 juta. Silmi dapat bagian Rp54,7 juta. Uang itu dikembalikan kepada Ikbal seolah-olah uang pinjaman. (why)