NTB di Ambang Darurat Narkoba

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, M.Si

Lihat postingan ini di Instagram

Kunjungan Media SUARA NTB dan Radio Global FM Lombok

Sebuah kiriman dibagikan oleh SUARANTB.com (@suarantbcom) pada

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB sedang diambang darurat narkoba. Upaya antisipasi semakin digalakkan Badan Narkotika Nasional (BNN), sembari terus mendorong partisipasi pencegahan dari seluruh pemerintah daerah (Pemda) di daerah ini.

Ancaman masuknya pasokan narkoba dari luar menurut Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, M.Si  melalui jalur darat, laut dan udara.

Salah satu yang pernah diungkap Agustus lalu, adalah kasus sabu-sabu seberat 500 gram dikirim melalui jasa ekspedisi. Upaya untuk mengungkap kasus itu tak sampai ke bandar, karena jaringannya terputus.  ‘’Yang menerima hanya kurir dibayar untuk terima barang,’’ ujar Kepala BNN saat berkunjung ke Redaksi Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok, Rabu, November 2019.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra SH, M.Si (tengah) didampingi para Kabid dan Kasi BNNP NTB silaturahmi ke Redaksi Suara NTB dan Radio Global FM Lombok, Rabu, November 2019. Rombongan diterima Penanggung Jawab Suara NTB H. Agus Talino (ke tiga dari kiri) dan Redpel,  Raka Akriyani (ke tiga dari kanan). (Suara NTB/ars)

Sementara upaya deteksi masuknya narkoba melalui jalur laut dan udara, juga sedang dimaksimalkan. Deteksi narkoba melalui bandara dan laut, pihaknya sudah bekerja sama dengan Bea Cukai, PT. Angkasa Pura dan Kepolisian. Demikian juga antisipasi di pelabuhan.

‘’Kami membentuk tim terpadu di bandara dan pelabuhan dalam rangka pencegahan masuk nya barang narkotika. Ini kita lakukan bersama unsur tadi dan juga stakeholder lainnya,’’ jelas mantan Kabid Humas Polda Bali ini.

Pemberantasan narkoba masih dibayangi stigma keterlibatan oknum aparat.  Terkait ini, Gde Sugianyar bersikap.

‘’Kalau memang terbukti (keterlibatan aparat), kita akan tindak tanpa ragu. Karena seluruh

instansi pemerintah, TNI dan Polri sudah komitmen (pencegahan) sesuai arahan Bapak Presiden,’’ tandasnya.

Langkah pencegahan ini sudah diatur melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2018 tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dalam rangka itu, pihaknya ingin mendorong peran Pemprov NTB melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Sebab dalam Inpres tersebut, diamanatkan seluruh Kementerian, Lembaga dari pusat sampai daerah, termasuk di Provinsi NTB, wajib melakukan pencegahan. ‘’Makanya saya  bertugas untuk men- trigger pemerintah daerah untuk melakukan pencegahan,’’ tandasnya.

Pada kesempatan dialog interaktif di Radio Global FM Lombok, ia mengingatkan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Dari data yang ada, setiap tahun 18.000 orang meninggal, dengan rasio satu hari 30 orang meninggal. Angka ini melebihi kematian disebabkan penyakit lainnya.

‘’Di NTB ini jadi perhatian dari data yang ada. Kita berusaha melalui proses rehabilitasi yang menyentuh anak sekolah dan usia produktif. Ini jadi PR kita semua,’’ ujarnya.

Sekaligus diingatkannya, agar warga yang terpapar narkotika tidak ragu ragu untuk meminta rehabilitasi, sebab jaminan tidak dipidana.

Dalam kunjungannya ke Suara NTB dan Radio Global FM Lombok, Kepala BNN NTB  didampingi para Kabid dan Kasi BNN NTB. Inti kunjungannya ke media, dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Program P4GN khususnya penyampaian informasi khususnya melalui media cetak dan elektronik dalam hal ini Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok.

Pemanfaatan media cetak dan elektronik diharapkan dapat memberikan edukasi tentang narkotika, dampak, cara pencegahan, pemulihan/rehabilitasi, dan informasi perkembangan terbaru tentang narkotika kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya kemarin, Kepala BNN NTB dan rombongan  disambut Penanggung Jawab Suara NTB yang juga Direktur Radio Global FM Lombok, H.Agus Talino dan Redpel, Raka Akriyani. Melalui silaturahmi ini diharapkan sinergitas yang terjalin selama ini terus berlanjut dan lebih meningkat dari sebelumnya.(ars)