Kejaksaan Tinggi NTB Kantongi Calon Tersangka Kasus Lahan LCC

Arif (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Tinggi NTB sudah mengantongi calon tersangka kasus lahan Lombok City Center (LCC).  Nama tersangka akan diumumkan setelah dilakukan gelar perkara.

‘’Nama tersangka sudah ada. Tinggal diumumkan saja. Nanti lah, tunggu gelar perkara,’’ ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, Arif, SH.,MM kepada Suara NTB kemarin.  Dasar penetapan tersangka adalah kerjasama antara PT. Tripat dengan PT. Bliss dalam pengelolaan LCC. Kerjasama yang cenderung merugikan daerah dalam hal ini Pemkab Lombok Barat.

Menurut Kajati, ada keputusan yang dianggap keliru dalam penyerahan kerjasama aset dengan PT Bliss tersebut. Karena dalam perjalanannya, PT Bliss mengagunkan lahan 84 hektar  kepada bank. Dalam klausul berbeda, Pemda justru dibebani membayar cicilan atas agunan tersebut. Klausul ini sedang diselidiki Kejaksaan karena kedua pihak masih terkesan tertutup.

Baca juga:  Kasus Kredit Serbaguna, Terdakwa Mulai Turun saat Kredit Mulai Macet

‘’Masih kita dalami terus. Masak dia (pemda,red) punya lahan, dia keluar lagi uang untuk membiayai lahannya,’’ tanyanya.

Kajati mengaku, setelah perpindahan jabatan Aspidsus kepada Gunawan Wibisono, ia ingin segera menuntaskan kasus tersebut. Aspidsus diminta untuk mempercepat penyelesaian koordinasi untuk kerugian negara yang sedang dihitung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ‘’Saya minta ditanyain terus audit BPKP, supaya bisa lebih cepat. Kalau memang ada opsi lain, ya bisa saja kita pakai Inspektorat. Tapi kita cek dulu yang di BPKP,’’ tandas Kajati.

Baca juga:  Produk Ilegal Dimusnahkan, Kerugian Negara Ratusan Juta

Ia juga mengaku tidak ingin kasus ini menjadi tunggakan tahun 2020 mendatang, karena sudah cukup lama ditangani sejak awal 2019. Baginya, informasi penanganan kasus harus segera diberikan kepastian kepada masyarakat. Kajati menyadari, masyarakat, khususnya media yang memantau penanganan perkara relatif besar ini akan bosan disuguhkan dengan informasi stagnan di tahap penyidikan tanpa penetapan tersangka.

Terpisah, Aspidsus Kejati NTB Gunawan Wibisono memastikan sudah menekankan kepada tim penyidik untuk memaksimalkan kerja penyidikan kasus ini. Ia menyebar tim, sebagian intens berkoordinasi dengan BPKP, sebagian lagi memperdalam keterangan saksi-saksi dan bukti pendukung. ‘’Setelah ini kita gelar perkara untuk penetapan tersangka,’’ pungkasnya.  (ars)