Polres Mataram Naik Kelas Jadi Polresta

Kapolda NTB Nana Sudjana (kiri) menyerahkan nota SKep Kapolri kenaikan tipe kepada Kapolresta Mataram, H Saiful Alam (kanan) dalam upacara pengukuhan, Senin, 4 November 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polres Mataram dikukuhkan menjadi Polresta, Senin, 4 November 2019 kemarin. Upaya peningkatan tipe satuan keamanan kewilayahan ibukota Provinsi NTB ini tak mudah. Yakni setelah melalui lima kali pengusulan sejak tahun 2016. Status Polres bisa turun lagi apabila cetak biru kinerja baik dan terukur tidak segera disusun.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, peningkatan tipe Polres merupakan reformasi struktural melalui tata kelembagaan. Berangkat dari fokus Polri dalam mendukung capaian prioritas nasional dalam bidang keamanan. “Peningkatan tipe Polres Mataram menjadi Polresta Mataram akan berimplikasi terhadap susunan organisasi, tata kerja, postur anggota, mekanisme dan manajemen pelayanan publik,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Perubahan susunan organisasi berupa pimpinan Polresta Mataram akan dijabat perwira menengah berpangkat komisaris besar polisi atau Kombes Pol, dan Wakapolresta menjadi ajun komisaris besar polisi atau AKBP. Kemudian penambahan personel sampai 750 orang. Kapolda menegaskan bahwa Polresta Mataram harus mampu menghadirkan pelayanan yang mudah, berbasis teknologi, penegakan hukum yang profesional, dan penanganan Kamtibmas yang optimal.

“Namun yang paling utama setelah menjadi polresta adalah perkuatan personel, logistik, dan organisasi Selain itu tidak kalah yang menjadi ukuran terpenting adalah kinerja membuat situasi Kota Mataram lebih aman tertib dan damai,” jelasnya. Kontribusi Polresta Mataram, imbuh Nana, dapat ditinjau dari terjaminnya keamanan wilayah sehingga program pembangunan berjalan lancar. Demikian juga dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang dapat beraktivitas dengan baik sebab terjaganya ketertiban.

Polresta Mataram harus segera merumuskan blue print, agar kinerja lebih baik dan terukur sehingga harus ada target baik jangka pendek dan panjang. “Jika hal itu tidak dapat dipenuhi, maka tipe Polresta ini akan dievaluasi dan hasilnya bisa turun menjadi tipe Polres lagi,” jelas Kapolda. Peningkatan tipe Polresta Mataram perlu waktu yang panjang dan pembenahan yang serius. Dimulai sejak tahun 2016 dan melalui lima kali usulan. Upaya itu akhirnya terwujud dengan terbitnya Surat Keputusan Kapolri pada 2 Oktober 2019. Kapolda berpesan agar personel Polresta Mataram meningkatkan soliditas internal, menguatkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, meningkatkan pelayanan berbasis teknologi. (why)