Jaksa Ekspose Kasus Sewa Lahan Tower Desa Sesela

Yusuf (Suara NTB/why)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik Kejari Mataram melengkapi alat bukti dugaan korupsi sewa lahan tower Desa Sesela, Gunungsari, Lombok Barat. Kasus yang sudah dalam tahap penyidikan selambatnya selesai tahun depan. Belum ada tersangka dari kasus sewa lahan Rp350 juta itu.

“Tahun depan baru kita munculkan tersangka. Kasusnya masih penyidikan umum. Belum ada tersangka,” ucap Kepala Kejari Mataram Yusuf ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu.

Jaksa penyidik masih menggali alat bukti. Baik itu dokumen maupun keterangan saksi. Begitu juga dengan pelibatan ahli auditor. Auditor dilibatkan untuk menghitung kerugian negara. Kajari mengatakan masih akan mengevaluasi perkembangan penyidikan kasus tersebut.

“Tergantung perkembangan alat bukti, seberapa banyak yang didapat. Setelah itu kita mau ekspose,” ujar Yusuf.

Dugaan sementara, kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp350 juta, sesuai dengan nilai sewa lahan yang diduga tidak dikelola dengan mekanisme pembahasan anggaran. Baik dalam hal mata anggaran pendapatan maupun dalam pengelolaannya.

“Untuk yang itu kita ekspose, bagaimana nanti hasilnya apakah mau libatkan BPKP atau Inspektorat itu nanti tim yang tentukan. Saya minta tim untuk ekspose dulu,” terang Yusuf.

Kejari Mataram menemukan alat bukti yang cukup dalam penyidikan dugaan korupsi sewa lahan tower telekomunikasi Desa Sesela tahun 2018. Pendapatan dari sewa lahan diduga tidak masuk kas desa. Proses sewa lahan tower itu saat transisi kepala desa di tahun 2018 lalu. Menurutnya, jaksa penyidik Pidsus sudah menemukan alat bukti yang cukup. Kasus itu pun sudah naik ke tahap penyidikan.

Uang sewa diduga dibayarkan melalui rekening aparatur pemerintahan desa. Nilai sewanya sebesar Rp350 juta untuk 10 tahun. Jangka waktu sewa lahan dimulai tahun 2018 lalu. Sampai saat ini sebanyak 10 orang saksi sudah dimintai keterangan. Diantaranya, mantan kades dan kades Sesela, pejabat pemerintahan desa, jajaran direktur perusahaan vendor PT BW, dan masyarakat. (why)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.