Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Karhutla

Sisa kebakaran di lahan HGU milik PT. SMS di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu di Kaki Gunung Tambora. Kasus ini juga sedang dalam penyelidikan Polres Dompu. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik menetapkan tiga tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah NTB. Penetapan tersangka di tingkat Polres itu  karena ada dugaan unsur kesengajaan dalam kejadian kebakaran di sejumlah titik.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Purnama, SIK membenarkan penetapan tiga tersangka tersebut. “Ada tiga kasus Karhutla yang ditangani jajaran Polres se NTB. Di Polres Sumbawa dua kasus dan Polres Lombok Utara satu kasus. Dari kasus itu, ditetapkan tiga orang tersangka,” kata Kabid Humas  kepada Suara NTB, Kamis, 31 Oktober 2019.

Penyidikan untuk tiga tersangka masih berlangsung. Pihaknya menunggu perkembangan laporan dari masing masing Polres untuk penerapan pasal dan pelimpahan berkas ke Kejaksaan. Namun dipastikan dari penyelidikan awal, kebakaran di sejumlah titik di masing masing Polres tersebut dipicu ulah tiga tersangka. Pihaknya ingin menjadikan kasus ini sebagai penegakan hukum sekaligus pelajaran kepada masyarakat agar tidak melakukan hal sama. Sebab dampaknya tidak hanya lahan yang dibakar, tapi bisa meluas hingga ke kawasan hutan.

Mengenai luas lahan kebakaran di dua wilayah hukum itu, belum disampaikannya karena masih dalam proses pendataan.

Termasuk data luas Karhutla se NTB sedang dalam pendataan dan pengkajian jenis lahan dan hutan yang terbakar.

“Data luas lahan yang terbakar perlu dikroscek lagi. Itu kan hanya perkiraan Polres saja. Belum valid. Karena sampai saat ini belum jelas kritera dan jenis Karhutla. Di NTB lebih banyak lahan semak belukar dan savana, bukan hutan dengan pohon yang besar-besar seperti di Propinsi lain,” paparnya.

Sementara menurut Data Satgas Karhutla, termasuk dalam penetapan tersangka itu ada lima total kasus yang ditangani.  Selain Polres Lombok Utara dan Polres Sumbawa,  kasus Karhutla lainnya sedang dalam penyelidikan Polres Lobar 1 kasus dan  Polres Lombok Timur 1 kasus.

Untuk upaya penanganan Karhutla, masing masing Polres juga  melakukan pendataan. Total 180 titik api dipadamkan oleh semua Satgas di tingkat Polres. Upaya penyuluhan kepada masyarakat untuk pencegahan terus digencarkan, mencapai 631 kegiatan sampai Oktober 2019. Personel juga dikerahkan untuk patrol sebanyak 1.344 kali. (ars)