Selain untuk Judi, Uang Dugaan Korupsi Dana Gempa Juga Dipakai Beli Mobil

Tersangka dugaan korupsi Pokmas Jati Kuning Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat, Indrianto dalam pengawalan ketat kepolisian, saat dihadirkan sebagai tersangka Dugaan korupsi dana bantuan pembangunan RTG, Senin, 28 Oktober 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Bendahara Pokmas Repok Jati Kuning, Desa Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat, Indrianto (26) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Indri disangka korupsi dana bantuan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) sebesar Rp410 juta. Untuk judi online Rp200 juta, beli mobil bekas Rp40 juta, dan sisanya biaya hidup.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengungkapkan, total kerugian negara yang timbul dari dugaan penggelapan itu sebesar Rp410 juta. “Mobil second dibeli cash Rp40 juta,” bebernya dikonfirmasi Senin, 28 Oktober 2019.

Tersangka membeli Mitsubishi L300 bekas diduga dengan uang bantuan RTG. Kemudian, sebesar Rp200 juta disetorkan ke rekening BCA milik tersangka yang dipakai untuk membiayai judi online.

“Ada beberapa kali transfer yang kalau dijumlahkan menjadi sebesar Rp200 juta. Itu masuk ke akun judi online,” sebut Kasatreskrim Polres Mataram Joko Tamtomo menambahkan. Penyidik masih menelusuri sisa uang selain yang dipakai untuk pembelian mobil dan judi online dimaksud. Walaupun, tersangka mengakui dipakainya untuk membiayai kebutuhan hidup.

Baca juga:  Selama 2019, Rp74 Miliar Uang Negara di NTB Selamat dari Korupsi

Tersangka Indra mengelola dana sebesar Rp410 juta itu yang merupakan anggaran tahap ketiga dana transfer pembangunan RTG. Dana itu seharusnya dipakai untuk 20 penerima bantuan rumah rusak sedang warga desa Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat. Tersangka dijerat dengan pasal 8 UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancamannya, penjara minimal tiga tahun, maksimal 15 tahun. Serta denda minimal Rp150 juta dan paling banyak Rp750 juta.

Baca juga:  Kemenkeu Belum Setujui Pencairan Jadup Tahap Dua untuk NTB

Korban rumah rusak sedang mendapat dana bantuan sebesar Rp25 juta, sesuai dengan Inpres No 5/2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di wilayah NTB. Pencairannya dalam tiga tahap. Pokmas Repok Jati Kuning mendapat bantuan rumah untuk 70 KK. Total dana bantuannya sebesar Rp1,75 miliar. Tahap pertama sudah disalurkan sebesar Rp500 juta untuk 20 penerima. Kemudian Rp750 juta kepada 30 penerima pada tahap kedua. Untuk tahap ketiga, dana yang disalurkan hanya Rp90 juta. Sementara di dalam rekening Pokmas masih tersisa sebesar Rp500 juta. (why)