Penahanan Tersangka di Kasus OTT SNVT PP NTB Diperpanjang

Joko Tamtomo (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan Kementerian (SNVT PP) PUPR Provinsi NTB Bulera bakal mendekam di sel tahanan lebih lama. Pasalnya, penyidikannya belum selesai sehingga penyidik memperpanjang masa penahanannya. “Sudah kita perpanjang penahanannya,” ujar Kasatreskrim Polres Mataram AKP Joko Tamtomo dikonfirmasi Kamis, 17 Oktober 2019 kemarin.

Dia menjelaskan, perpanjangan masa penahanan tersangka itu untuk keperluan penyidikan. “Kita kan masih pemberkasan sebelum dikirim ke jaksa,” imbuhnya. Sejauh ini, penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram sudah memeriksa sejumlah saksi. Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PP-SPM), Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Susun dan Rumah Khusus (PPK Rusun dan Rusus) SNVT PP NTB.

Baca juga:  Jaksa Bidik Empat Item Dana Reses

Kemudian, Kepala

Urusan Umum/Keuangan SNVT PP NTB, direktur PT JU. Untuk pemeriksaan pihak Kementerian PUPR RI, Joko mengaku belum ada penjadwalan. Pemeriksaan pihak dari pusat nantinya menyusul berdasarkan kebutuhan penyidikan. Tersangka Bulera ditangkap dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/9) sore. tersangka ditangkap di ruang kerjanya selesai menerima uang tunai Rp100 juta dari kontraktor CV JU.

Baca juga:  Kasus Marching Band, Penyidik Gandeng PPATK Telusuri Aset Tersangka

Uang itu diduga terkait permintaan tersangka terhadap kontraktor. Tersangka meminta uang sebagai dalih syarat administrasi tak resmi pencairan termin. Modusnya, kontraktor harus menyetor dulu agar termin pembayaran proyek dicairkan. Kontraktor, CV JU sedang mengerjakan proyek Rusun Ponpes Al-Kahfi di Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa dengan kontrak senilai Rp3,49 miliar. (why)