Kenaikan Harga Semen, Polda NTB Siapkan Sanksi Distributor Nakal

Syamsuddin Baharudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kenaikan harga semen belum menunjukkan indikasi adanya permainan distribusi. Anomali harga dan stok tidak ada muncul. Harga semen yang merangkak dipicu stok yang tersendat. Harga naik di tingkat eceran.

“Yang kita awasi distributor dari pabrik, distributor wilayah, subdistributor, sama yang toko-toko,” tegas Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin, Kamis, 17 Oktober 2019.

Ketua Satgas Bahan Bangunan NTB ini menegaskan pengawasan itu sudah berlangsung selama dua bulan belakangan ini. Seiring kenaikan harga semen. Awalnya diselidiki dugaan penimbunan. “Selama tidak ada penimbunan, tidak ada kartel, kita tidak bisa masuk ke situ untuk penindakan,” jelasnya.

Dia menambahkan, mekanisme yang sudah dipakai untuk mengintervensi harga yakni dengan operasi pasar. Dia mengantisipasi pergerakan harga. Apabila masih ada kenaikan harga, maka upaya tegas yang bisa dilakukan dengan sanksi administratif.

Baca juga:  Gubernur Minta Tambahan 100 Ribu Ton Semen

“Jadi pakai teguran lisan dulu, tertulis, kalau masih bandel cabut izinnya. Kita masuk nanti terkait penegakan hukum kalau aada yang menimbun,” terang Syamsuddin. Dia mengungkapkan

kelangkaan semen disebabkan pabrik salah satu produsen di Tanjun, Kalimantan Selatan sedang masa pemeliharaan. produsen mengalihkan suplai melalui Citeurup, Jawa Barat.

Dinas Perdagangan selama dua hari, Rabu dan Kamis memberondong pasar dengan semen seharga Rp58 ribu per zak. Gelaran operasi pasar itu untuk menormalkan harga semen yang kini tembus sampai Rp85 ribu per zak. “Dengan operasi pasar ini, harga semen diharapkan kembali normal. Kalau dari Polda NTB itu mendampingi,” tutup Syamsudin.

Baca juga:  Harga Naik, Stok Daging dan Ayam Surplus

Operasi pasar masih akan digelar sesuai dengan kebutuhan penetrasi harga. Kasubdit II Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Fery Jaya Satriansyah menjelaskan, pihaknya memantau rantai distribusi semen mulai dari hulu sampai diecerkan di hilir. Upaya awal masih dengan imbauan.

“Kita masih awasi distributor maupun pengecer dan konsumen yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga semen,” tegasnya. Operasi pasar semen digelar di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok mulai Rabu (17/10) kemarin. Dikhususnya di wilayah yang sedang ramai pembangunan rumah tahan gempa (RTG). (why)