Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Penahanan Sembilan Oknum Polisi Diperpanjang

Kristiaji (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penahanan sembilan oknum polisi diduga menganiaya Zainal Abidin diperpanjang. Penyidik masih perlu waktu tambahan pemeriksaan para tersangka. Selain itu, agenda rekonstruksi adegan masih belum dilaksanakan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Kristiaji di Mataram mengatakan surat perpanjangan masa penahanan dari sembilan tersangka sudah ditandatangani.

“Itu (perpanjangan masa penahanan) kan yang harus ke kejaksaan. Sudah saya tandantangani,” kata Kristiaji ditemui Kamis, 10 Oktober 2019 kemarin di Mako Brimob Polda NTB.

Baca juga:  Penyidik Siapkan Ekspose Penetapan Tersangka di Kasus LCC

Perpanjangan penahanan itu, imbuh dia, karena penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimsus Polda NTB masih akan memeriksa kembali para tersangka.

Penahanan itu memudahkan proses pemeriksaan. “Masih proses (pemeriksaan) semua itu, masih pemberkasan,” terangnya.

Reka ulang penganiayaan Zainal Abidin di tiga TKP akan menyusul setelah pemeriksaan saksi dan tersangka selesai.”Rekonstruksinya belum tahu kapan, itu tergantung penyidik nanti,” ujarnya.

Sembilan tersangka itu antara lain NH, IWNS, HS, BBA, END, LA, IH, AS, dan MA. Mereka berdinas di Satlantas Polres Lotim, Polsek KP3 Kayangan, dan Satresnarkoba Polres Lotim.

Baca juga:  Kasus Dana Hibah KONI 2018, 12 Cabor Diklarifikasi

Sembilan tersangka itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Mereka diduga menganiaya Zainal Abidin di tiga tempat. Antara lain pelataran Satlantas Polres Lotim, mobil patroli SPKT Polres Lotim, dan ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Lotim. (why)