Dilaporkan ke Polisi, Oknum Aplikator Kembalikan Uang RTG

Proses pembongkaran RTG yang diduga tidak sesuai spek di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara beberapa waktu lalu. Pihak fasilitator sempat merekomendasikan ke penegak hukum jika tidak dilakukan perbaikan. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Oknum aplikator asal Jambi mengembalikan uang yang sempat dibawa kabur dari tangan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Sigar Penjalin Lombok Utara. Pengembalian secara kooperatif itu setelah para fasilitator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melapor ke Polres setempat beberapa waktu lalu.

Oknum aplikator itu sebelumnya membawa kabur uang Pokmas sebesar Rp60 juta milik dua Pokmas di Desa Sigar Penjalin. Ulah oknum tersebut membuat geram warga, khususnya Fasilitator dan Pokmas hingga berujung dilaporkan ke polisi. Karena akibatnya 27 bangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di dua Pokmas itu mangkrak beberapa bulan.

“Setelah kami laporkan ke polisi, nama oknum Aplikator itu menyebar lewat media. Karena semua cari dia, akhirnya uangnya dikembalikan,’’ kata Asisten Koordinator Wilayah (Askorwil) rehab rekon untuk KLU, Ramdhan kepada Suara NTB di  Mataram akhir pekan kemarin.

Baca juga:  Bendahara Pokmas Diduga Pakai Dana Gempa untuk Judi

Oknum yang dirahasiakan identitas dan perusahaannya ini akhirnya secara sukarela menyerah

dan mengembalikan uang. Pokmas pun menghargai sikap kooperatif oknum dan menerima dengan baik tanpa melanjutkan proses hukum.

“Kami sangat menghargai niat baiknya kembalikan uang. Akhirnya kami terima baik-baik,” ujarnya.

Pengembalian uang itu ditindaklanjuti dengan melanjutkan proses pembangunan RTG di desa tersebut. Menurut Koordinator Kecamatan (Korcam) Fasilitator Tanjung, Indra Priatmoko, pembangunan 27 RTG di Desa Singar Penjalin tersebut akhirnya berlanjut dan ditangani aplikator lokal.

Baca juga:  Satu Aplikator Nakal Masuk DPO

“Uang itu dipakai untuk membeli material tambahan untuk lanjutan pembangunan RTG,’’ ujarnya.

Aplikator yang membawa kabur uang Pokmas sebenarnya bukan cerita kali ini saja. Di beberapa kecamatan lainnya ada juga aplikator yang berulah karena membawa kabur uang warga.

Ramadhan menambahkan, sangat berharap ada sikap kooperatif para aplikator lainnya untuk bersikap sama, mengembalikan uang Pokmas.

“Kasihan masyarakat korban gempa. Sudah jadi korban rumahnya rusak, semakin menderita karena jadi korban  penipuan karena uangnya dibawa kabur,” sesalnya. (ars)