Kejagung Awasi Proyek Perluasan LIA

Ilustrasi Lombok International Airport (LIA). (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Agung (Kejagung) turun langsung mengawasi jalannya pembangunan perluasan kawasan Lombok International Airport (LIA). Pengawasan itu melekat melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P). tahap awal dengan monitoring dan evaluasi (Monev) Kamis, 10 Oktober 2019 kemarin di Bandara.

‘’Pendampingan ini untuk menghindari penyimpangan pada tahap pengadaan pekerjaan perluasan terminal dan fasilitas penunjang Bandara Internasional Lombok,’’ kata juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH terkait monev tersebut.

Disebutkan Dedi Irawan, dalam monev tersebut TP4P dari Kejaksaan Agung dipimpin Joko Purwanto, SH.,MH. Mantan Kajari Bima ini menjabat sebagai Kasubdit Pengamanan Bidang Infrastruktur dan Telekomunikasi pada Direktur Pengamanan Proyek Strategis Nasional di Kejaksaan Agung RI.  Dalam arahan tersebut hadir juga Leonardo EE Simanjuntak, SH.,MH  selaku Koordinator Bidang Pengamanan Proyek Strategis Nasional,  Nuhroho Jati, General Manager PT. Angkasa Pura I.

Baca juga:  Pelabuhan Baru, Paket Tur Kapal Pesiar Belum Terstruktur

Dijelaskan juga, pihak P4P akan mengawal proses perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan fasilitas tambahan bandara tersebut. Atas dasar itu, TP4P bersama rekanan pelaksana dan PT AP melakukan  penjelasan pekerjaan (Anwijzing dan site Anwijzing) tentang  pekerjaan perluasan terminal dan fasilitas penunjang bandara.

Apresiasi disampaikan tim TP4P karena pihak AP I menjadi satu satunya BUMN yang melibatkan pendampingan sejak awal. Karena tradisi sebelumnya, banyak perusahaan daerah atau

pun perusahaan negara serta instansi pemerintah, meminta pendampingan setelah pelaksanaan. “Dengan pendampingan sejak perencanaan, kita menutup celah terjadinya peluang penyimpangan,” tandasnya.

Direktur Operasi PT. Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose sebelumnya mengatakan, semua fasilitas penunjang tambahan di LIA  sudah siap di Januari tahun 2021 mendatang sebelum event MotoGP digelar. Mulai dari perluasan terminal hingga perpanjangan run way (landasan pacu) LIA.

Baca juga:  Promosi di Australia, BPPD dan Dispar Bawa Materi Unggulan

Saat ini pihaknya memang tengah mengupayakan penataan dan pengembangan fasilitas penunjang tambahan di LIA , seperti terminal diperluas di bagian sisi barat dan timur. Begitu pula untuk run way, diperpanjang 550 meter. Termasuk pararel taxi way juga dibangun untuk menunjang mobilisasi pesawat di run way.

Khusus untuk perpanjangan run way, nantinya LIA bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis apapun. Walaupun dengan panjang run way 2.700 yang dimiliki sekarang ini, LIA sebenarnya sudah bisa didarati pesawat berbadan lebar. “Kita ingin LIA benar-benar siap menyambut event MotoGP. Jadi semua fasilitas penunjang harus benar-benar memadai,” katanya.

Disinggung soal kondisi penumpang, Wendo mengaku memang ada penurunan dari sisi penumpang pada semester pertama tahun ini. Jika dibandingkan dengan penumpang pada semester pertama tahun sebelumnya. Namun demikian, pihaknya tetap optimis perkembangan penumpang perlahan akan membaik. (ars)