Polda NTB Tangani Lima Kasus Dugaan Penyimpangan Dana RTG

Proses pembongkaran RTG yang diduga tidak sesuai spek di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara beberapa waktu lalu. Pihak fasilitator sempat merekomendasikan ke penegak hukum jika tidak dilakukan perbaikan. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB sedang menangani lima kasus dugaan penyimpangan dana bantuan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG). Lima kasus dugaan penyimpangan dana bantuan pembangunan RTG tersebut tersebar di Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Timur.

‘’Berkaitan dengan masalah aplikator. Polda saat ini sedang menyelidiki ada lima kasus tentang RTG, dalam tahap lidik di beberapa kabupaten termasuk ada Pokmas juga. Kita tetap mengawasi (penggunaan dana RTG),’’’ kata Kabid Hukum Polda NTB, Kombes. Pol. Abdul Azas Siagian di Kantor Gubernur, Rabu, 9 Oktober 2019 siang.

Untuk penanganan lima kasus dugaan penyimpangan bantuan dana RTG ini, Azas mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan data. Penetapan tersangka tinggal menunggu waktu. Apabila ditemukan dua alat bukti, maka Polda akan segera menetapkan tersangka.

Baca juga:  Deviasi Serapan Fisik APBD NTB Capai 19,25 Persen

Termasuk juga, kata Azas, pihaknya sedang memburu aplikator yang mengerjakan pembangunan RTG di Desa Jero. Karena pembangunan RTG belum selesai, aplikatornya sudah kabur. ‘’Uangnya sudah diambil, (dia) kabur. Itu dalam pengejaran,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama Tim Pengendali Kegiatan (TPK) sudah melakukan identifikasi aplikator nakal. Datanya sudah disampaikan ke aparat penegak hukum dalam hal ini Polda NTB.

‘’Tadi, dari Polda menjelaskan lima kasus sedang dilakukan penyelidikan. Saya malah minta ke Polda segera saja ada tersangkanya,’’ kata Khalik.

Ia menyebut kasus aplikator nakal ini ada di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur dan Sumbawa. Namun, untuk kasus aplikator nakal yang ada di Sumbawa sudah selesai. 47 unit RTG yang sempat ditinggalkan aplikator PT. HMP kini sudah diselesaikan.

Baca juga:  Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa di NTB Jadi Rujukan Nasional

‘’Tinggal yang ada ini di KLU, Lotim dan Lobar. Yang bawa kabur itu sudah DPO. Bahkan ada di Lombok Utara, dia hampir 700 KK, tapi belum selesai bangunannya, orangnya hilang,’’ kata Khalik.

Dari 700 unit RTG tersebut, kata Khalik  ada yang sudah jadi. Tetapi ia tak menyebutkan jumlahnya. Terhadap RTG belum jadi yang ditinggalkan aplikator, ada yang difasilitasi oleh fasilitator untuk diselesaikan pengerjaannya menggunakan sisa material yang ada. (nas)