Pengadaan APE TK/PAUD Kota Bima Diduga Mubazir

Wayan Suryawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Bima mengumpulkan bukti-bukti tambahan dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan alat peraga edukatif (APE) TK/PAUD Kota Bima tahun 2018. Pengadaan alat itu diduga tidak sesuai kebutuhan masing-masing penerima. Namun, proyek tetap jalan terus.

Kasi Pidsus Kejari Bima Wayan Suryawan mengatakan, pihaknya sedang memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti dokumen. Salah satunya dokumen terkait perencanaan dan pencairan anggaran. “Kita masih mengumpulkan bukti dokumen terkait anggaran. Ini kan sumbernya dana hibah dari pusat ke APBD,” ujarnya Senin, 7 Oktober 2019 ditemui di Mataram.

Dia mengatakan, jaksa penyidik mendalami penggunaan anggaran itu juga dengan memeriksa penerima hibah. Antara lain 93 TK/PAUD swasta dan 30 TK/PAUD negeri. “Kebutuhannya masing-masing PAUD ini kan tidak sama. Kita dalami apakah pengadaannya ini sesuai dengan yang dibutuhkan mereka atau tidak,” jelasnya.

Baca juga:  Pembangunan Kantor Walikota Dinilai Mendesak

Wayan mengatakan pemeriksaan saksi dari pihak TK/PAUD

akan mulai digeber lagi bulan ini. Mengingat banyaknya saksi yang akan diperiksa, maka penyidikan masih akan memerlukan waktu. Proyek pengadaan APE TK/PAUD menggunakan dana hibah dari pemerintah pusat. Penerima hibah itu dalam bentuk barang yang disediakan produsen.

Itemnya antara lain permainan puzzle, permainan balok susun, lambang bilangan, balok pasangan, dan balok alfabet.

Baca juga:  Kantor Walikota Mataram akan Dibangun Lima Lantai

Dari penyidikan sementara, APE untuk TK/PAUD sudah semua disalurkan ke lembaga pendidikan penerima. Indikasi awal, pengadaan APE itu tidak sesuai dengan kebutuhan.

Alat peraga itu diduga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pengadaan APE TK/PAUD itu menggunakan APBD Kota Bima tahun 2018 yang sumbernya dari hibah pemerintah pusat. Total anggarannya Rp3,7 miliar yang dibagi pengadaan APE-nya untuk 94 TK/PAUD negeri dan swasta. Rinciannya, Rp1,9 miliar untuk TK/PAUD negeri dan Rp1,8 miliar untuk TK/PAUD swasta. (why)