Tiga Daerah di NTB Terancam Banjir Bandang

Ilustrasi banjir bandang di NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sekitar 150 hektare luas hutan Pesugulan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terindikasi dirambah masyarakat. Kondisi hutan lindung tersebut kini sudah ‘’botak’’. Setidaknya tiga daerah terancam kena banjir bandang akibat perambahan hutan lindung tersebut.

‘’Suela, Aikmel dan Masbagik terancam banjir bandang  akibat (perambahan)  ini. Sudah mulai direboisasi mulai tahun ini. Tiga kecamatan yang terancam di sekitar itu. Suela terutama yang paling berdampingan,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si dikonfirmasi di Mataram, Senin, 7 Oktober 2019.

Ke tiga daerah itu, kata Madani lokasinya paling dekat dengan hutan yang sudah rusak tersebut. Akibat rusaknya hutan di sana, otomatis sumber mata air juga akan berkurang.

Baca juga:  Relokasi Korban Banjir Naik Penyidikan

Ke depan, kata mantan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat ini, pihaknya mendorong masyarakat yang berada di

sekitar hutan melakukan kemitraan. ‘’Masyarakat diberikan pemahaman. Dia bisa mengelola, memanfaatkan hutan  tapi tidak merusak kawasan hutan,’’ katanya.

Pascaperusakan tenda petugas di hutan Pesugulan beberapa hari lalu. Madani mengatakan kondisinya terus dipantau. Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI dan Polda NTB.

‘’Sekarang, infonya ada ibu-ibu naik bawa anak-anak ke sana. Kita koordinasi dengan Polda dan Polres. Karena ini tidak bisa satu, dua hari selesai,’’ katanya.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, kata Madani petugas sudah melakukan upaya preventif. Petugas juga membantu masyarakat membawa barang-barang mereka yang melakukan perladangan liar di sana untuk turun dari kawasan hutan Pesugulan.

Saat ini juga sedang dilakukan pendataan masyarakat yang melakukan perladangan liar di sana. Jumlah lahan yang dirambah masyarakat sekitar 150 hektar. Jika dikalikan 1.500 bibit pohon untuk satu hektare. Maka dibutuhkan bibit sebanyak 225 ribu bibit pohon untuk mengembalikan kondisi hutan Pesugulan. (nas)