Residivis curanmor Spesialis Kampus Ditangkap

Tersangka Dempet spesialis curanmor parkiran kampus ditangkap Polres Mataram dihadirkan dalam rilis media, Jumat, 4 Oktober 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Residivis curanmor, Yani alias Dempet (29) bikin perkara lagi. Sasarannya juga masih itu-itu saja, parkiran motor mahasiswa Universitas Mataram. Kali ini dia tertangkap basah hendah membawa kabur motor mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dempet beraksi bersama kawannya, Muhidin alias Idin (36). Dempet nasibnya lebih apes karena tertangkap tangan. Sementara Idin bisa kabur karena massa fokus mengejar Dempet.

“Dengan tertangkapnya YA ini mudah-mudahan aksi pencurian di wilayah kampus,” ujar Kapolres Mataram AKBP Syaiful Alam Jumat, 4 Oktober 2019 kemarin.

Dempet dan Idin ini adalah pasangan residivis yang pernah dipenjara kasus yang sama di tahun 2017 lalu. “Waktu itu mereka juga mencuri motor di parkiran kampus Unram,” beber Alam.

Baca juga:  Polresta Mataram Tangkap Spesialis Curanmor Lintas Kota

Modus Dempet dalam melancarkan aksinya, yakni dengan menggunakan kunci T. Dempet datang berboncengan bersama Idin. Dempet bagian

masuk ke dalam parkiran sedangkan Idin memantau dari luar pagar.

Motor Honda Scoopy DR 4614 MO yang jadi sasaran awalnya sukses dibobol kunci kontaknya. Tapi gerak gerik Dempet memancing perhatian satpam kampus dan mahasiswa sekeliling. Dempet tertangkap basah.

Kapolres mengungkapkan, Dempet dan Idin punya jaringan, yakni AT dan HR yang punya bagian membeli motor hasil curian. Sebelumnya, duo itu sudah pernah menjual motor curian ke AT melalui HR dengan harga Rp1,8 juta.

Baca juga:  Polisi Telusuri Ratusan Motor Tanpa Surat Lengkap

Alam mengatakan Dempet juga diduga mencuri motor bersama HR di Gerung, Lombok Barat; kemudian membobol kantor Lurah Dasan Cermen Cakranegara pada tahun 2015; dan di parkiran Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Juli 2019 lalu.

“Beberapa barang bukti pencurian masih belum ditemukan. Itu yang sedang kita cari bersama dengan yang masi buron, AT dan HR,” pungkas Alam. (why)