Terbukti Salahgunakan Ganja di Trawangan, WNA AS Dihukum Penjara Delapan Bulan

WNA AS terdakwa penyalahgunaan ganja di Gili Trawangan, Christoper Shawn Ory (tengah) berbincang dengan penasihat hukumnya, Deni Nur Indra (paling kanan) usai mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Kamis, 3 Oktober 2019 sore. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Warga negara asing asal Amerika Serikat, Christoper Shawn Ory dihukum untuk menjalani pidana penjara selama delapan bulan. Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis karena terdakwa terbukti menyalahgunakan ganja 4 gram di Gili Trawangan, Pemenang, Lombok Utara.

Majelis hakim yang diketuai Anak Agung Ngurah Rajendra menjatuhkan vonis tersbut dalam sidang Kamis, 3 Oktober 2019 kemarin didampingi hakim anggota Kurnia Mustikawati dan Tenny Erma Suryathi. Shawn terbukti bersalah melanggar pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

“Oleh karenanya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan,” kata Agung membacakan amar putusannya.

Jaksa penuntut umum sebelumnya mengajukan tuntutan pidana penjara selama satu tahun. Menanggapi putusan itu, penasihat hukum terdakwa, Deni Nur

Indra menyatakan menerima. “Kita terima putusan yang dijatuhkan majelis hakim. Bagi kami itu sudah adil. Kami tidak ajukan upaya hukum lanjutan,” ujarnya ditemui usai sidang.

Terdakwa Shawn Ory terbukti menyalahgunakan ganja untuk dirinya sendiri. Shawn ditangkap petugas Polda NTB pada Sabtu (30/3) lalu petang hari sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu terdakwa sedang di kamar penginapannya. Dia baru saja pulang dari membeli ganja.

Polisi menemukan barang bukti ganja di saku celananya di sebelah kanan. Isinya berupa ganja satu poket seberat 4 gram, korek api, alat hisap sabu, dan uang tunai Rp600 ribu. Di dalam kamar itu polisi juga menemukan kotak yang isinya dua bundel diduga ganja. Masing-masing beratnya 637 gram dan 200 gram. Namun setelah diuji laboratorium daun dan biji tanaman kering itu negatif ganja. (why)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.