PPK, Konsultan Pengawas, dan Kontraktor Pelaksana Jadi Tersangka Kasus Dermaga Gili Air 2017

Kondisi terbaru proyek Dermaga Gili Air di Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara. Meski dalam proses hukum, fasilitas ini tetap dipakai untuk bongkar muat speed boat. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Dugaan korupsi pembangunan Dermaga Gili Air, Pemenang, Lombok Utara tahun 2017 akhirnya menyeret lima orang menjadi tersangka. Mereka diduga bekerjasama melakukan penyimpangan dalam pengerjaan proyek senilai Rp6,28 miliar. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp1,24 miliar.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat menjelaskan, para tersangka ditetapkan dalam gelar perkara tim penyidik yang dipimpin Wadirreskrimsus.

“Tersangka ada lima. Satu unsur pemerintahan. Sisanya dari unsur swasta,” ujarnya dikonfirmasi Kamis, 3 Oktober 2019 kemarin.
Para tersangka itu antara lain mantan Kabid pada Dishublutkan KLU berinisial AA selaku pejabat pembuat komitmen (PPK); konsultan pengawas berinisial LH dan SW; serta rekanan pelaksana proyek berinisial ES dan SU.

Masing-masing tersangka, imbuh Syarif, dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 juncto pasal

18 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Modusnya, laporan dibuat mundur. Jadi laporannya itu tidak sesuai dengan progresnya,” beber Syarif. Meski laporan itu tidak sesuai, namun PPK tetap membayarkan pekerjaan itu bahkan sampai 100 persen.

Proyek yang sedianya harus selesai Desember 2017. Itu molor sampai Januari 2018. Walaupun akhirnya diresmikan Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar saat itu.

Hasil penyidikan menemukan indikasi pekerjaan pembangunan tidak sesuai spesifikasi. Demikian juga dengan volume pekerjaannya. “Kerugiannya dari hasil audit BPKP sebesar Rp1,24 miliar,” sebut Syarif.

Proyek Dermaga Gili Air dibiayai dengan anggaran dari APBN dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017. Proyek itu ditender dengan pagu anggaran Rp6,7 miliar. Proyek dikerjakan dengan kontrak sebesar Rp6,28 miliar. (why)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.