Motor Honorer DLH Kota Mataram Raib di Halaman Kantor

Tangkapan layar rekaman CCTV memperlihatkan tersangka Udin sedang duduk di motor sambil menunggu kawannya HR (kanan) membobol motor korban di kantor DLH Kota Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Motor kesayangan Mahsun seorang pegawai honorer Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram masih raib. Meski pelakunya, Mahudin alias Udin (33) sudah ditangkap. Tetapi motornya belum ditemukan bersama pelaku utama berinisial HR (31).

Sudah hampir tiga bulan lamanya Mahsun menanti. Motornya hilang saat terparkir di halaman kantornya di Jalan Sandubaya, Mandalika, Sandubaya Mataram 8 Juli lalu. Kala itu pelakunya terekam kamera CCTV.

“Wajah dan ciri-ciri fisik dalam rekaman menunjukkan bahwa itu si Udin ini. Dia beraksi bersama temannya,” ungkap Kapolres Mataram AKBP H Syaiful Alam Rabu, 2 Oktober 2019 kemarin.

Baca juga:  Polisi Telusuri Ratusan Motor Tanpa Surat Lengkap

Tersangka Udin selama ini kabur ke luar daerah. Tim Polsek Cakranegara memantau Udin sudah kembali pulang ke rumahnya di Dasan Cermen, Sandubaya, Mataram. Sewaktu ditangkap, Udin tidak melawan

bahkan mengakui perbuatannya.

Dalam rekanan CCTV pencurian itu tidak dilakukan Udin sendiri. Udin bersama HR membobol kunci Honda Scoopy warna cokelat bernopol DR 6569 CQ milik korban. Mereka datang menggunakan motor Honda Scoopy warna hitam tanpa Nopol.

HR yang masih buron ini diduga sebagai pelaku utama. Dari rekaman CCTV, HR tampak sebagai pihak yang membobol kunci kontak motor. Diduga menggunakan kunci T. sementara Udin mengawasi keadaan dari atas motor yang dipakai menuju TKP tersebut. Motor yang dipakai para pelaku itu kini sudah diamankan. Sementara motor milik korban yang ditaksir merugi sampai Rp15 juta masih dalam pencarian.

Baca juga:  Polresta Mataram Tangkap Spesialis Curanmor Lintas Kota

“Dari hasil pencurian tersebut, tersangka (Udin) menerima uang dari HR sebesar Rp700 ribu,” sebut Kapolres. Udin disangka melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara selama tujuh tahun. (why)