BNNP NTB Blender 480,76 Gram Sabu

Kepala BNNP NTB Gde Sugianyar Dwi Putra (kedua dari kiri) mengawal tersangka Bagong (ketiga dari kiri) yang sedang menuang sabu ke dalam blender, Selasa, 1 Oktober 2019 saat pemusnahan barang bukti sabu 480,76 gram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – BNN Provinsi NTB memusnahkan barang bukti 480,76 gram sabu sitaan dari tersangka Agus Martha Suhendi alias Bagong (33). Pemusnahan sabu yang gagal diedarkan ke Lombok Timur itu untuk melengkapi proses penyidikan.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menyebutkan, barang bukti sabu yang dimusnahkan sebanyak lima kantong plastik. Total barang bukti yang disita sebelumnya sebanyak 484,55 gram.

“Sudah disisihkan sebagian untuk uji lab sebanyak 3,79 gram untuk uji laboratorium sehingga yang kita musnahkan hari ini 480,76 gram,” terangnya, Selasa, 1 Oktober 2019 usai memimpin pemusnahan.

Turut hadir antara lain jaksa penuntut unum Kejati NTB Ginung Pratidina; penasihat hukum tersangka Usep Saifullah; Panitera Muda Pidana pada Pengadilan Negeri Mataram Dewa Ketut Widhana; serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan BBPOM Mataram.

Baca juga:  Bandar Tramadol Ditangkap

Sabu dimusnahkan dengan dimasukkan ke dalam blender yang sudah diisi air. Selanjutnya sabu yang melarut itu dicampur lagi dengan oli bekas. Campuran tersebut kemudian ditimbun di halaman kantor BNNP NTB.

Sugianyar mengatakan bahwa

penyidik saat ini sedang menyusun berkas perkara atas nama Bagong tersebut. Berkas nantinya jika dipandang sudah cukup maka dikirim ke jaksa peneliti Kejati NTB.

Untuk penelusuran pengirim barang, Sugianyar mengaku masih berkoordinasi dengan BNN RI dan BNN Provinsi DKI Jakarta. “Pergerakan mereka sudah dimonitor. Kita akan pantau ke manapun jaringannya,” tegasnya.

Tersangka Bagong yang ditangkap pada Jumat (9/8) lalu itu memanfaatkan istri dan sepupunya untuk terlibat dalam bisnis narkoba. sabu dikirim lewat paket kilat dari Jakarta. Dua kali pengiriman sebelumnya, Bagong masih lolos.

Baca juga:  Residivis Narkoba Ditangkap Diduga Karena Mencuri

Sabu dikirim dengan paket yang bungkusnya tertera ‘Rocky Shop’ sebagai pengirim. Penerima ditujukan untuk Elis S dengan alamat Pagesangan Indah, Pagesangan, Mataram. Alamat itu palsu.

Bagong menyuruh istrinya, SR serta sepupu SR yang berinisial AF untuk mengambil paket di kantor cabang jasa pengiriman di Mataram. Namun paket itu sejatinya milik Bagong yang akan diantarkan untuk pasar Lombok Timur.

Setiap berhasil mengantar, Bagong mendapat upah Rp5 juta. Bagong sebelumnya sudah berhasil mengantarkan sabu pada April dan Mei 2019 lalu. (why/*)