Kasus Bibit Jagung, Kadistanbun NTB Ikut Dimintai Keterangan

Husnul Fauzi (suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si mengakui dimintai keterangan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait distribusi benih jagung tahun 2017. ‘’Semua KPA diminta keterangan,’’ ujar Husnul kepada Suara NTB, Senin, 30 September 2019.

Keterangan yang diminta Kejagung seputar benih jagung yang didistribusikan oleh Kementerian Pertanian. Tahun 2017, Kementerian Pertanian mendukung pengembangan jagung di sejumlah daerah di Indonesia.

Baca juga:  Oknum Aplikator Diduga Bawa Kabur Dana RTG di Gunungsari

NTB salah satunya yang dibantu benih. Ada empat kali kontrak. Pelaksanaan kontrak I sampai III, kata kepala dinas berjalan lancar. Pada kontrak ke IV, benih yang didistribusikan oleh produsen ditolak oleh

masyarakat (petani).

‘’Saya perintahkan tim untuk turun mengecek. Karena memang di dalam pedomannya tidak ada keharusan di daerah tujuan untuk memeriksa, karena di daeran asal sudah dicek,’’ katanya.

Dari fakta lapangan, bibit jagung yang ditolak oleh masyarakat tidak disertai sertifikat. Sehingga dimintalah pertanggungjawaban kepada penyedianya. Sebab benih jagung yang didistribusikan terindikasi kecil kemungkinan tumbuhnya.

Baca juga:  Polda NTB Klarifikasi Sekda KLU Soal Anggaran Sewa Rumdis Bupati

‘’Tidak ada masalah, sudah diganti. Justru Lampung yang diminta harus ganti ke negara,’’ terangnya.

Karena persoalan benih tahun 2017 ini, program nasional yang lintas provinsi dilaksanakan. Kejagung yang menanganinya. Sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di NTB, Husnul kepada tim Kejagung juga memberikan keterangan sesuai yang diminta.(bul)