Perantara Jadi Otak Pencurian Dumptruck

Buron pencurian dumptruck, Acip (kanan) digiring ke luar dari ruang karaoke kafe di kawasan Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. Pelarian Acip selama tiga tahun berakhir, Minggu, 29 September 2019 dini hari. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Buron pencurian dumptruck di wilayah Sekarteja, Selong, Lombok Timur, Nasip alias Acip (42) akhirnya ditangkap. Acip ditangkap saat sedang menghabiskan malam berkaraoke di Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. Pria pengangguran ini diduga sebagai otak pencurian.

Kasatreskrim Polres Lotim AKP Made Yogi Purusa Utama menyebutkan Acip sudah menjadi buronan sejak tahun 2016 lalu. Selain terlibat pencurian dumptruck, Acip juga diduga mencur motor di Terara, Lombok Timur.

“Pada saat ada pemesan, dia lalu menghubungi komplotannya untuk mencarikan dengan mencuri. Dia ini selain perantara, juga yang memberi perintah,” ucapnya dikonfirmasi Minggu, 29 September 2019.

Baca juga:  Terduga Pencuri Spesialis SD dan Pesantren Diciduk

Acip terpantau pelariannya pada Minggu, 29 September 2019 dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Acip pasrah saja ketika didatangi tim Satreskrim Polres Lotim dan Polsek Senggigi. Saat itu Acip sedang bernyanyi ria di salah satu kafe di Senggigi.

Yogi menyebutkan bahwa penangkapan Acip merupakan pengembangan

dari penangkapan dua tersangka lainnya. Yakni Dani dan Teber.

“Mereka ini jaringan pencurian baik sepeda motor, mobil, dan truk,” terangnya.

Pada 19 Juli 2019 lalu, kata Yogi, Acip menerima pesanan dumptruck dari An dengan janji transaksi besar. Acip lalu menghubungi kawannya, Teber. Teber tanpa menunggu lama langsung meneruskan pesanan ke Dani yang lalu menuju Lendang Bedurik, Sekarteja, Selong, Lombok Timur.

Baca juga:  Residivis Narkoba Ditangkap Diduga Karena Mencuri

“Teber dan Acip mengantar kendaraan ke gudang pemesan yakni Pak An, yang ini masih buron. Dumptruck dijual Rp30 juta. Hasil penjualan dibagi bersama Acip, Dani, dan Teber,” terang Yogi.

Acip juga sebelumnya membeli motor curian di Terara, Lombok Timur seharga Rp500 ribu dari kawannya yang lain, Inseng. Motor itu sudah dibongkar dan dicat ulang untuk mengaburkan identitas kendaraan.

“Semua sudah ditangkap. Tinggal pelaku utama pencurian dumptruck, ED masih dalam pengejaran. Begitu juga Pak An. Barang bukti truknya sudah kita amankan,” pungkas Yogi. (why)