Kapolda NTB Jamin Keamanan Geopark Rinjani

Nana Sudjana (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB, Irjen Pol. Nana Sudjana menjamin keamanan kawasan Geopark Rinjani dari ancaman illegal logging, kebakaran lahan dan hutan.  Garansi itu sebagai tanggung jawab secara tugas dan moral untuk memastikan kawasan itu bebas dari gangguan, demi nama baik dan perkembangan industri pariwisata NTB.

Penegasan itu disampaikan Kapolda saat membuka kegiatan Begawe Adat Kahwa 2019 di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun Lombok Timur, Minggu, 29 September 2019.  Ia melihat langsung bagaimana keindahan kawasan Geopark Rinjani, di mana Gunung Rinjani menjadi ikon utama.  Dilihatnya semakin diperkaya dengan beragam geosite, seperti hutan adat dan masyarakat adat yang masih konsisten dijaga masyarakat.

‘’Ini selaras dengan tugas pokok Polri menjaga kamtibmas, penegakan hukum. Kami akan perhatikan masyarakat Sembalun ini, khususnya keamanan. Apalagi ini merupakan  geopark dunia yang hanya ada empat di Indonesia,” ujar Kapolda.

Baca juga:  Menabur Jagung, Memanen Banjir

Diakuinya, ada dua ancaman di kawasan Geopark,yakni kebakaran lahan dan hutan serta ancaman pembalakan liar. Beberapa waktu lalu, bukit di sekitar Gunung Rinjani yang masuk dalam kawasan Taman Nasional tebakar. Terkait ancaman ini, Kapolda mengaku sudah membentuk Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang merespons cepat dengan pemadaman jika muncul titik api.

Terkait ancaman pembalakan liar, Kapolda mempertegas komitmennya. Koordinasi dengan petugas Balai TNGR, tertutama berkaitan dengan penindakan, maka pihaknya lah yang akan melanjutkan proses hukum.

‘’Akan terus kami tingkatkan penindakan. Kalau ada pelaku, kita tindak,  agar bagaimana hutan taman nasional ini benar-benar terjaga,’’ ujarnya.

Sejauh ini, ada beberapa kasus yang sudah ditangani di wilayah Lombok Timur dan NTB umumnya, sebagai wujud penegakan hukum.   ‘’Kami tidak segan-segan proses hukum sampai ke pengadilan,’’ tegasnya.

Baca juga:  Hijaukan NTB, Distribusikan Kebahagian untuk Generasi Mendatang

Soal TNGR sebagai kawasan taman wisata dunia, Kapolda mengungkapkan kebanggaannya. Sehingga punya beban moral dan tanggung jawab tugas untuk menjaga. Terlebih pada saat kegiatan itu, jendral bintang dua itu dinobatkan sebagai pembina masyarakat adat.

 Baginya, akar tradisi di Sembalun wajib didukung agar terus terpelihara kelestariannya. Masyarakat harus jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern sekalipun.

Kearifan lokal cara hidup dan berbudaya masyarakat, dianggap Kapolda bagian dari kekayaan yang diteruskan dari leluhur masyarakat Sembah Ulun.

“Sembalun ini sangat indah. Kelestarian alam yang mempesona.  Cuaca sejuk. Ini yang harus kita jaga bersama  dari penjamah penjamah,” tegasnya.

Hadir dalam Begawe Adat itu sejumlah Pemangku Adat atau tokoh serta budayawan Sembalun.  Kegiatan Begawe Adat Sembalun adalah bagian cari cara menjaga akar tradisi minum kopi di Sembalun. (ars)