Kasus Dermaga Gili Air 2017, Penyidik Kantongi Bukti Kerugian Negara

Syarif Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menerima hasil audit penghitungan kerugian negara dugaan korupsi pembangunan Dermaga Gili Air, Lombok Utara tahun 2017. Dokumen itu menjadi barang bukti penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus. Penyidik tambah yakin untuk menetapkan tersangkanya.

“Hasil auditnya sudah saya terima. Cuma belum saya baca utuh. Dari hitungannya (kerugian negara) Rp1,2 miliar,” ungkap Kasubdit III Tipikor Ditreksrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat, Kamis, 26 September 2019 kemarin. Dia belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai indikasi perbuatan korupsi yang menyebabkan timbulkan kerugian negara. Namun dari gambaran umum, proyek dikerjakan dengan tidak sesuai dalam perencanaan.

Baca juga:  Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Penahanan Sembilan Oknum Polisi Diperpanjang

“Kisarannya

ditemukan kerugian negara dari pengerjaan konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Itu dari hasil ahli teknis yang dihitung ahli audit,” terangnya. Penyidik sudah menemukan indikasi perbuatan korupsi. Adanya bukti kerugian negara menegaskan indikasi tindak pidana dalam kasus itu. Penyidik sudah mengagendakan gelar perkara. “Berarti ini tinggal penetapan tersangka. Mungkin minggu depan baru kita gelar,” pungkas Syarif.

Baca juga:  Penahanan Tersangka di Kasus OTT SNVT PP NTB Diperpanjang

Proyek pembangunan Dermaga Gili Air dikerjakan dengan anggaran dari APBN dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017. Proyek itu ditender dengan pagu anggaran Rp6,7 miliar. Rekanan pemenang tender mengerjakan proyek dengan nilai kontrak RP6,28 miliar.  Pengerjaan dermaga itu sempat molor pengerjaannya. (why)