Terungkap, Proyek Rusun yang Kena OTT Didampingi TP4D

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait proyek Rumah Susun (Rusun) oleh Satreskrim Polres Mataram  sedang dalam pendampingan Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Kepala Seksi (Kasi) TP4D pada Bidang Intelijen, Erwin Indrapraja, SH.,MH melalui juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH,MH membenarkan itu.

Menurut Dedi, proyek itu jelang pelaksanaan setelah tuntas lelang. Namun Dedi mengaku belum tahu persis kronologi terjaringnya oknum pejabat Satuan Kerja Non Vertical Tertentu (SNVT) Penyedia Perumahan (PP) Kementerian PUPR wilayah NTB dalam OTT itu.

‘’Saya belum tahu informasi lebih lanjut. Coba nanti saya cek dulu dan rapatkan dengan tim,’’ kata Dedi, Kamis, 26 September 2019 kemarin.

Baca juga:  Jaksa Ekspose Kasus Sewa Lahan Tower Desa Sesela

Namun dari informasi awal, yang diamankan sementara adalah pejabat Kepala Satker BR dan panitia lelang proyek untuk tujuh unit Rusun itu.

Rabu, 25 September 2019, penyidik Polres Mataram menjaring Kepala SNVT Penyedia Perumahan  Kementerian PUPR wilayah NTB

berinisial BR dalam operasi tangkap tangan (OTT). BR ditangkap usai menerima uang sebesar Rp 100 juta  di kantornya dan rekanan yang diduga pemenang tender proyek Rusun.

Meski ada OTT, dipastikan tidak akan mempengaruhi proses pendampingan.  Sejalan dengan itu, uang dugaan pemerasan bersumber dari fee proyek  Rusun yang jadi materi OTT tersebut tidak ada pengaruhnya dengan pendampingan.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Gadai Rp750 Juta, Delapan Pegawai Internal Pegadaian Godo Diperiksa

‘’Yang jelas OTT tersebut tidak ada hubungan dengan TP4D dan ini di luar sepengetahuan TP4D,’’ jelas Dedi. Erwin Indrapraja menambahkan,  proyek Satker SNVT yang sudah jadi objek OTT tersebut akan jadi bahan evaluasi pihaknya.

Apakah indikasi permainan fee pada tujuh paket proyek tidak mempengaruhi kualitas pekerjaan? Erwin mengaku belum bisa menjawab.

‘’Nanti kita evaluasi dengan tim dulu,’’ jawabnya.  Bersama tim, ia akan mengkaji dan mengevaluasi dampak OTT tersebut pada pelaksanaan proyek yang tersebar di tujuh daerah ini.  (ars)