Pasutri Dua Dasawarsa Kecanduan Sabu

Pasangan suami istri RS (kedua kiri) dan AS (paling kiri) tertangkap menyalahgunakan sabu, Senin, 23 September 2019. Mereka mengaku sudah kecanduan sabu sejak dua puluhan tahun lalu. 

Mataram (Suara NTB) – Pasangan suami istri, RS (42) dan AS (41) kepergok menyalahgunakan narkoba. Pelaku AS awalnya hendak menjenguk suaminya RS yang tertangkap lebih dulu. Belakangan AS ketahuan positif mengonsumsi sabu. Lebih dari 20 tahun mereka kecanduan sabu.

Tiga pelaku itu diamankan terpisah. “Istrinya ini mau menjenguk suaminya yang sudah tertangkap saat itu juga kita amankan,” ungkap Kapolres Mataram AKBP H Syaiful Alam, Senin, 23 September 2019 kemarin. Tersangka RS digerebek di sebuah rumah di Jalan Caturwarga, Mataram Timur, Mataram.

Rumah itu dicurigai sering dijadikan tempat untuk pesta sabu. Tim Satresnarkoba pada mulanya memergoki RS. Pemeriksaan badan memang tidak ditemukan barang bukti terkait narkoba.

“Tetapi ternyata barang bukti itu dibuang. Kita temukan di pekarangan rumah RS. Disimpan di dalam tas plastik dan tas ibu-ibu,” kata Alam.

Baca juga:  Residivis Narkoba Ditangkap Diduga Karena Mencuri

Pelaku RS menyembunyikan sabu di dalam plastik pembungkus gula. Isinya ada tiga poket. Satu poketnya ditemukan berisi sabu seberat 0,38 gram. Sisanya hanya plastik klip kosong. Sedianya hendak diisi

sabu. Penggeledahan lalu dilanjutkan. Ditemukan lagi dompet yang isinya seperangkat alat hisap sabu di ruang tamu. Antara lain pipet plastik, pipa kaca, kompor sabu, sedotan, dan bong dari bekas minuman ringan.

Tersangka RS digelandang ke Polres Mataram. Atas penangkapan itu, istrinya, AS datang menjenguk bersama kawan RS berinisial ZL (40). Selama pemeriksaan, RS mengaku sering pesta sabu bersama istrinya dan kawannya itu.

Baca juga:  Sabu Malaysia Masuk Sumbawa dalam Kaleng Biskuit

“Anggota mencurigai istrinya ini sering mengonsumsi bersama suaminya. Setelah dites urine, ternyata positif. Akhirnya ikut diamankan juga pasangan suami istri ini,” beber Kapolres.

Hasil pemeriksaan menunjukkan RS dan AS sudah akut kecanduan sabu. Sejak tahun 1997 atau hampir 22 tahun lalu mereka mulai mengonsumsi barang haram itu. Setelah menikah pun kelakuan tetap sama. Dari hasil penyidikan belum ditemukan indikasi bahwa pasutri itu terjun ke bisnis jual beli narkoba.

Sejauh ini masih penyalahguna saja sehingga disangka melanggar pasal 127 ayat 1 UU RI No35/2009 tentang Narkotika. “Mereka di—assesment dulu baru nanti diserahkan ke BNN untuk rehabilitasi medis,” tutup Kapolres. (why)