Polisi Selidiki Motif di Balik Benda Mencurigakan Mirip Bom

Tim Gegana Brimob Polda NTB menggunakan kostum Jibom saat mengamankan benda mencurigakan di dekat Pendopo Gubernur NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Polres Mataram mengusut motif di balik diletakkannya benda mencurigakan di Pos Polisi Simpang Empat, tepat di depan Pendopo Gubernur NTB, Rabu, 18 September 2019.  Saksi-saksi diperiksa, termasuk mengecek CCTV di sekitar lokasi.

Penemuan benda itu sekitar pukul 07.00 Wita oleh personel Sat Lantas Polres Mataram yang sedang piket untuk pengamanan arus lalulintas. Benda itu berupa pipa, kawat, tali plastik, dibungkus dengan plastik hitam yang diletakkan di sudut ruang Pos Polisi.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Tim Gegana Brimob Polda NTB tiba di TKP dipimpin langsung  Kaden Gegana AKBP I Wayan Budiarsa  bersama 10 personel dan peralatan Jihandak.  Wakapolres Mataram, Kompol Setya Wijatono memimpin proses pengamanan TKP. Jalur dari arah Jalan Langko menuju Pejanggik ditutup dan dialihkan ke jalur lain.

Tim Gegana Brimob Polda NTB saat mengamankan benda mencurigakan di dekat Pendopo Gubernur NTB usai dilakukan dislapter. (Suara NTB/ist)
Tim Gegana Brimob Polda NTB saat mengamankan benda mencurigakan di dekat Pendopo Gubernur NTB usai dilakukan dislapter. (Suara NTB/ist)

Tim langsung mengamankan benda mencurigakan tersebut,selanjutkan dilakukan penembakan dilapter atau diburai hingga jadi beberapa serpihan. Kejadian itu menjadi tontonan warga sekitar, termasuk pengendara yang sempat berhenti. Pegawai Pemkot Mataram dan Pemprov NTB menonton dari jarak sekitar 100 meter.

Kaden Gegana AKBP I Wayan Budiarsa menjelaskan, benda mencurigakan tersebut tidak tergolong membahayakan setelah diurai dengan proses dilapter. Setelah dicek, komponen  benda itu mirip dengan benda untuk bahan peledak, namun dipastikan tidak ditemukan benda atau cairan komposisi bom.

‘’Barang tersebut berupa pipa paralon besi panjang sekitar 30 cm, selang AC, kawat, tali plastik. Tapi tidak ada kandungan bahan peledak,’’ ujar Wayan Budiarsa.

Barang sisa hasil dislapter tersebut dibawa ke Mako Brimob NTB untuk dimusnahkan.

Wakapolres Mataram Kompol Setya Wijatono ditemui di TKP mengaku sedang menyelidiki motif di balik indikasi teror tersebut.

‘’Kita periksa saksi-saksi. Saksinya nanti anggota yang piket. Begitu melihat ada benda mencurigakan, langsung melapor ke komandannya,’’ ujar Wakapolres.

Selain saksi, akan dicek juga CCTV yang terpasang di sekitar kejadian untuk mencari petunjuk ke arah pelaku yang meledakkan benda tersebut.

Ditanya motif teror dan pelaku, mantan Kapolsek Narmada ini mengaku belum punya gambaran. ‘’Ini yang masih diselidiki,’’ ujarnya. Sampai berita ini ditulis, situasi di sekitar kejadian sudah kondusif. Simpang empat dilalui kendaraan sudah normal. (ars)