Janda IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami

Kapolres Mataram H. Syaiful Alam menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Atun, Senin, 16 September 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Melanjutkan bisnis haram suami jadi jalan terakhir Atun (40) menghidupi diri dan tiga anaknya. Setahun belakangan ini, bisnis sabunya lancar. Sampai kemudian dia ditangkap akhir pekan lalu dengan barang bukti 17,58 gram.

Kapolres Mataram AKBP H. Syaiful Alam menjelaskan, tersangka meneruskan bisnis suaminya yang meninggal sekira Mei lalu. “Habis biaya untuk berobat suaminya. Jadi dia ngakunya untuk biaya hidup karena dia tidak ada pekerjaan,” jelasnya, Senin, 16 September 2019.

Tersangka Atun memesan barang dari tetangganya yang hanya berselang satu rumah di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara. Setiap minggunya, Atun bisa menjual sekurangnya 10 poket. “Dia ini juga pintar mencomot dari 10 poket itu, ada yang disisihkan sampai bisa dapat dua sampai tiga poket lagi. Itu untuk keuntungan dia sendiri,” terang Kapolres.

Baca juga:  BNNP NTB Blender 480,76 Gram Sabu

Atun mulai berjualan sabu sejak satu tahun terakhir. Hal itu setelah suaminya yang mulai sakit-sakitan. Tersangka tidak pernah repot memesan. Sabu kulakan langsung diantarkan dengan cukup lewat panggilan telepon saja. “Jadi dia terima sudah dalam bentuk poket-poket kecil. Dalam seminggu biasanya barang sudah habis. Seminggu dia bisa untung Rp300 ribu. Kita sudah identifikasi  siapa penyuplainya ” ucap Alam.

Atun digerebek Satresnarkoba Polres Mataram, Jumat (13/5) sore lalu sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu sebanyak 10 poket seberat 3,14 gram baru saja diantarkan. Namun ternyata Atun juga pintar menyembunyikan barang bukti. “Karena kita membawa anjing pelacak K9, jadi ditemukan lagi ada yang di pelapon rumah, di genteng, dan di semak-semak. Itu dalam poketan besar,” beber Kapolres.

Baca juga:  Terbukti Salahgunakan Ganja di Trawangan, WNA AS Dihukum Penjara Delapan Bulan

Tersangka selama ini hanya mengedarkan sabu tanpa ikut mengonsumsi apalagi kecanduan. Dari hasil tes urine, Atun negatif methampetamine. Kasatresnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, Atun dikenai pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. (why)