Pengadaan Alkes Rp15,6 Miliar, Direktur Poltekkes Mataram akan Diklarifikasi

Syamsuddin Baharudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB melanjutkan proses penyelidikan pengadaan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016. Setelah mengumpulkan dokumen, penyidik mulai mengklarifikasi saksi-saksi. Diantaranya, Direktur Poltekkes Mataram.

“Pihak-pihak terkait kita panggil nanti. Siapa-siapa yang terlibat dalam pengadaan itu. Direkturnya juga,” tegas Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin Senin, 16 September 2019 kemarin di ruang kerjanya. Dia menambahkan bahwa penyidik mendalami proses pengadaan. Mulai sejak perencanaan sampai pelaksanaan hingga proyek dibayar lunas. Penyelidikan sudah melibatkan lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa serta Inspektorat Kementerian Kesehatan, dan BPKP.

Baca juga:  Akuntan Publik Kuatkan Metode Audit Kerugian Negara di Kasus Marching Band

“Indikasinya kita telusuri, apakah spesifikasinya, volumenya. Kemudian apakah sudah disalurkan dengan sesuai atau tidak. Ini kan masih penyelidikan. kita lihat apakah ada ASN dengan rekanan yang terlibat bekerjasama,” sebutnya. Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Poltekkes Mataram H Awan Dramawan mengaku belum pernah diklarifikasi penyidik. Namun, dia menyatakan siap karena dia yakin proses pengadaan tersebut sudah sesuai.

Baca juga:  MA Tolak Kasasi Terdakwa Kasus BPR

“Tidak apa-apa polisi mengusut mungkin mereka ada mekanisme sendiri. Kalau dari Itjen ini sudah clear,” jelas Awan. Pengadaan ABBM itu dibiayai dari APBN melalui Kemenkes RI tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp16 miliar. Dari semula Rp27 miliar yang menyusut karena efisiensi anggaran.

Salah satu itemnya manekin yang memakai sistem tender. Sementara item lain menggunakan katalog elektronik. Pengadaan itu untuk jurusan keperawatan Mataram, keperawatan Bima, kebidanan, gizi, dan analis kesehatan. (why)