Curi Motor Teman Sendiri Demi Sabu dan Judi

Tersangka pencurian di tiga tempat di wilayah Cakranegara, Pencok digiring anggota Polsek Cakranegara. Pencok dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba kabur ketika ditangkap. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Demi hobi sabu dan judi, Rajit (29) nekat mencuri motor kawannya sendiri. Modusnya, tersangka yang sering main ke rumah korban menduplikasi kunci motor. Di lain waktu kunci itu dipakainya membawa kabur motor korban.

Kapolres Mataram AKBP H Syaiful Alam menerangkan bahwa tersangka sudah merencanakan pencurian tersebut. “Motor dibawa kabur menggunakan kunci duplikat,” terangnya didampingi Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Sabtu, 14 September 2019 lalu.

Pada satu waktu, terangnya, Rajit seperti biasa bertamu ke rumah korban di Ampenan Utara, Ampenan, Mataram. Kala itu tersangka meminjam motor korban. Korban mempersilakan tanpa rasa curiga.

Namun ternyata Rajit pergi menduplikasi kunci motor tersebut. Motor lalu dikembalikan seperti biasa. Mereka kemudian ke Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara berboncengan berdua. Mereka pergi bertamu. Rajit lalu diam-diam membawa kabur motor tersebut.

Baca juga:  Terduga Pencuri Spesialis SD dan Pesantren Diciduk

Korban baru sadar ketika hendak beranjak pulang. Motor Honda Scoopy DR 4254 EB sudah tidak ada. Begitu juga tersangka. Korban sudah tahu pelakunya siapa dan melapor polisi. Tak berselang lama, Rajit ditangkap lagi tak jauh dari lokasi pencurian. “Dia ini ketagihan judi dan sabu. Motornya mau digadai tapi belum sempat,” kata Alam.

Di tempat lain yakni di Karang Pendem, Cilinaya, Cakranegara, tersangka Pencok (25) beraksi lagi. Residivis kasus pencurian ini ketahuan mencuri motor dari rekaman CCTV rumah korban Kapolres menjelaskan bahwa Pencok masuk ke rumah korban dengan merusak garasi. Dari jauh hari Pencok membidik Yamaha Jupiter MX DR 4484 CF punya korban. Kunci motor korban dirusak dengan kunci T.

Baca juga:  Residivis curanmor Spesialis Kampus Ditangkap

Motor curian itu sukses digadai. Namun tidak  lama kemudian Pencok ditangkap. Lengkap dengan timah panas yang bersarang di betis kirinya karena mencoba kabur. “Dari catatan kepolisian, pelaku ini sekurangnya sudah beraksi di tiga TKP antara Bulan Juni sampai Agustus. Dia juga diduga yang mencuri laptop SD 10 Cakra,” beber Kapolres.

Pencok juga diduga mencuri televisi, ponsel, dan dompet di kos-kosan Jalan Tamtanus, Cilinaya Cakranegara pada bulan Juli. Sebulan sebelumnya, Pencok diduga juga mencuri 16 tabung elpiji 3 kg di Jalan Subak Cilinaya, Cakranegara. “Barang bukti yang sudah kita sita, motor Jupiter, TV, dan laptop. Barang bukti lain masih dalam pencarian,” tandas Kapolres. (why)