Polda NTB Bongkar 1.620 Kasus 3C

Kapolda NTB Nana Sudjana menunjukkan barang bukti sepeda motor sitaan dari pelaku curanmor, Senin (9/9) kemarin. Polda NTB mengungkap 1.620 kasus 3C dan menangkap 609 tersangka sepanjang Januari-Agustus 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Residivis dan pecandu narkoba mendominasi pelaku pencurian kendaraan bermotor, pencurian, dan perampokan. Mereka kerap beraksi pada malam hari. Sebanyak 609 pelaku diantaranya sudah ditangkap dari total 1.620 kasus yang ditangani.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan bahwa modus yang dipakai para pelaku sangat beragam dan terus berkembang. “Ada yang pakai kunci T, menghadang korban di tempat sepi, merampas, merusak pintu atau jendela rumah,” bebernya, Senin, 9 September 2019.

Dia menyebutkan para pelaku ini diantaranya adalah residivis. Mereka yang pernah masuk penjara sebelumnya tapi kelakukannya tidak berubah setelah bebas. Hasil curiannya dipakai untuk membeli narkoba. “Jadi mereka ini mencari dana untuk mencuri. Begitu terus siklusnya,” terangnya.

Para pelaku ini berdasarkan catatan kasus yang telah diungkap, beraksi di kawasan perumahan, rumah kos, dan jalanan sepi. Waktu beraksi sore hari dan dini hari. Kapolda menyarankan warga untuk tetap menjaga siskamling di tingkat kelurahan dan desa. Penggeraknya yakni tiga pilar ujung tombak keamanan yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa.

Sebagai langkah pencegahan, kata Nana, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah membeli motor yang dijual dengan harga sangat miring. Apalagi apabila ditawarkan dengan tanpa surat-surat lengkap. “Karena patut diduga kendaraan yang dijual tanpa surat lengkap itu adalah hasil curian. Kami harapkan masyarakat waspada,” terangnya.

Sepanjang Januari-Agustus 2019 ini, Polda NTB menjaring 609 tersangka dari total 1.620 kasus. Dari sejumlah kasus itu, sebanyak 807 unit berbagai macam barang hasil curian disita.

Rinciannya, 17 mobil, satu truk, 363 sepeda motor, 15 sepeda, barang elektronik 301 unit, hewan ternak delapan ekor, satu pucuk senjata api, tujuh bilah senjata tajam, dan emas 5,1 gram. “Kami imbau kepada masyarakat untuk bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan senantiasa waspada,” tandasnya. (why)