Jaksa Telaah Dugaan Bantuan Bank Sampah Fiktif

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan masih melakukan telaah dugaan ada masalah pada program NTB Zero Waste yang dikelola Bank Sampah. Indikasi awal dugaan bantuan fiktif ke kelompok penerima sedang dilakukan telaah.

Informasi awal bantuan itu diterima 50 kelompok bank sampah yang tersebar di masing masing kabupaten di Pulau Lombok. Bantuan yang diterima berupa dana stimulan  Rp10 juta dan bantuan fasilitas pendukung, dengan nilai total Rp25 hingga Rp30 juta per kelompok.

Dijelaskan juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH.,MH, informasi nominal bantuan itu akan ditelusuri, termasuk kemungkinan bantuan fiktif. Keterangan awal disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga jadi bahan konfrontir. “Informasi awal ini penting untuk jadi bahan kajian awal. Termasuk kemungkinan fiktif. Tapi ini kan perlu ditelusuri lagi,” kata Dedi Irawan, Kamis, 5 September 2019 kemarin.

Baca juga:  NTB Libatkan Semua Kekuatan Sukseskan ‘’Zero Waste’’

Saat ini Kejati NTB sedang memproses dua laporan sekaligus untuk bantuan tahun 2018 senilai Rp 1,7 miliar. Laporan terpisah disampaikan kelompok pengunjukrasa dan perorangan. “Laporan  dari pengunjukrasa sudah diproses Intel. Sedangkan laporan perorangan itu dalam proses di Pidsus,” ujarnya.

Pada akhirnya nanti, kata dia, akan ditentukan penanganannya di Pidsus atau di Intelijen. “Kemungkinan pekan depan, sudah mulai penyelidikan awal,” ujarnya.

Baca juga:  Menelaah Komunikasi Politik Zulkieflimansyah Berbasis Social Media

Sementara menurut pelapor indikasi bantuan fiktif diduga di kelompok penerima. Item bantuan berupa sarana dan prasarana Rp 15.600.000 dikali 50 kelompok sehingga menjadi total Rp 780.000.000. Bantuan ini berupa gudang, gerobak, karung, timbangan. Dari total  pengajuan Rp 1,7 miliar setelah dirasionalisasi menjadi Rp 1,5 miliar.  Bantuan itu untuk 50 kelompok di Pulau Lombok.  Sementara untuk tahun 2019, kucuran anggaran lebih besar, mencapai Rp 2,5 miliar, didistribusikan ke kelompok di Pulau Sumbawa. (ars)