Kejari Mataram Tetap Tahan Kades Lingsar

Warga Desa Lingsar Lombok Barat menggelar aksi di depan kantor Kejari Mataram, Rabu, 4 September 2019. Mereka menuntut penangguhan penahanan Kades Lingsar Sahyan yang menjadi tersangka korupsi dana CSR PDAM Giri Menang. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Warga Desa Lingsar Lombok Barat menuntut penangguhan penahanan Kades Lingsar, Sahyan. Kejari Mataram bergeming. Tersangka dugaan korupsi dana CSR PDAM Giri Menang itu masih mendekam di Lapas Mataram.

Massa aksi menyampaikan orasinya di depan kantor Kejari Mataram, Rabu, 4 September 2019 pagi. Mereka membawa atribut bendera merah putih dan alat musik tradisional sambil berorasi meminta tuntutan penangguhan penahanan dikabulkan.

Koordinator aksi, Bion Hidayat menyatakan penangguhan penahanan itu seharusnya diberikan jaksa. Dia memohon demi kepentingan kemanusiaan. Menurutnya, Sahyan masih dibutuhkan sebagai aparatur pemerintah desa. “Kami memohon agar kondusivitas Desa Lingsar tetap terjaga. Saat ini masih ada kekosongan setelah Bapak kepala desa dimasukkan ke penjara,” kata pengacara yang mendampingi kasus Sahyan ini.

Baca juga:  Kasus Bibit Bawang Merah Bima, Penyidik Dalami Indikasi Kerugian Negara

Bion sebelumnya sudah menyurati Kejari Mataram perihal penangguhan penahanan tersebut. Bahkan menyertakan penjamin Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Wakil Bupati Hj Sumiatun. Dia menjelaskan, kliennya itu dijamin tidak akan menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan, dan melarikan diri. Selain itu, Bion menilai jaksa terburu-buru dalam menetapkan tersangka kasus itu.

Padahal menurutnya, unsur kerugian negara belum ada muncul dari keterangan ahli auditor. Kasi Pidsus Kejari Mataram Anak Agung  Gde Putra menanggapi dengan tetap tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan itu. Tim penyidik sudah sepakat atas keputusan tersebut. Penahanan bahkan sudah diperpanjang sampai 10 Oktober 2019.

Baca juga:  Kejati NTB Anggap Agunan Lahan LCC Soal Perdata

“Kami tetap melakukan penahanan. Kita juga berupaya agar berkasnya cepat selesai. Dalam waktu dekat mudahan bisa kita limpahkan,” terangnya. Kades Lingsar Sahyan disangka korupsi menyalahgunakan dana CSR dari PDAM Giri Menang sebesar Rp165 juta. Dana yang masuk lewat rekening pribadi tersangka itu tanpa melibatkan mekanisme penganggaran dalam penggunaannya. (why)