Peredaran Merkuri Ditekan, Penambang Beralih Gunakan Sianida

Darsono Setyo Adjie (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Aktivitas  Pertambangan Tanpa Izin (PETI) masih berjalan meski distribusi merkuri gencar dilakukan razia.  Meski  jadi sasaran operasi, namun penambang tak kehilangan akal. Mereka beralih menggunakan zat kimia jenis sianida (CN).

Menurut Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie, gencarnya razia pasokan bahan kimia jenis merkuri, berdampak pada minimnya permintaan. Namun ibarat menekan gelembung balon, pada bagian lain penambang beralih menggunakan Sianida demi tetap melanjutkan aktivitas Peti.

‘’Kami pantau sianida ini mulai ramai dipakai penambang PETI. Karena merkuri terus kita pangkas distribusi peredarannya,’’ kata Darsono.

Baca juga:  Polisi Tutup Enam Lubang Tambang

Sianida digunakan sebagai bahan pemurnian emas yang diekstraksi dari material tanah atau batuan. Pola penggunaannya sama dengan zat kimia merkuri.

Menurut Darsono, CN adalah bahan kimia yang dipasarkan secara sah. Aturannya perusahaan yang menggunakan memiliki izin operasional. Seperti perusahaan tambang, atau perusahaan lain yang membutuhkan bahan kimia yang sama. Bahan ini masuk ke NTB hanya muara distribusi. Sementara produksinya di Pulau Jawa dan Kalimantan. Darsono menjamin tidak ada produksi sianida di NTB.

“Yang ilegal itu kalau digunakan untuk tambang liar. Ini kan tidak jelas bagaimana pengelolaan limbahnya, karena mencemari lingkungan. Berbahaya juga bagi kesehatan manusia,” kata Darsono.

Baca juga:  Danrem akan Tindak Tegas Beking Tambang Ilegal

Peralihan penggunaan sianida ini bahkan sudah terpantau sejak beberapa tahun lalu, karena upaya identifikasi penggunaan merkuri sudah gencar di tahun sama.

Distribusi sianida secara ilegal inilah yang sedang dalam pemantauan pihaknya. Bahkan aktivitas pemantauan ini sudah dilakukan sejak tahun 2017, ditandai dengan dibentuknya Satgas PETI di NTB.

Saat ini memutus rantai distribusi sianida sedang gencar diupayakan. Langkah penindakan dilakukan jika menemukan siapapun yang menjual atau mendistribusukan sianida tanpa izin, apalagi digunakan untuk aktivitas tambang liar. (ars)