Kapolda NTB Perintah Usut Dugaan Pungli Rekrutmen Bintara

Hj. Nuraini memberikan keterangan mengenai dugaan permintaan dan pemberian uang terkait rekrutmen Polri panitia Polda NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Rekrutmen Polri panitia daerah Polda NTB tercoreng dugaan Suap. Salah seorang peserta diduga dimintai Rp285 juta dengan jaminan lulus. Tapi kenyataannya tidak demikian. Oknum polisi disinyalir ikut bermain. Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan akan menyusut dugaan tersebut. korban diminta melapor ke Propam.

“Laporkan saja. Kita akan tindak tegas mereka,” ujarnya dikonfirmasi Selasa, 3 September 2019 kemarin.

Dia menyebutkan bahwa rekrutmen Polri memegang prinsip Betah yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Proses seleksinya, imbuh Kapolda, sudah selesai. “Kita lihat akademik dan fisiknya yang bagus,” ucapnya.

Baca juga:  Polda NTB Musnahkan Bahan Peledak Sisa Perang

Sebelumnya, orangtua peserta Rekrutmen Polri 2019 Polda NTB Hj. Nuraini mengadukan persoalan yang dialaminya. Guru SD mengaku dimintai sejumlah uang dengan jaminan anaknya lulus seleksi.

“Dia ambil uang saya Rp100 juta di rumah. Kuitansinya ada. Perjanjiannya ada lengkap. Ada meterai Rp6.000,” bebernya.

Warga Kota Bima ini mengaku berhubungan dengan oknum polisi berinisil TMSL alias TA (32). Nuraini menjelaskan dirinya sudah mengeluarkan uang sedikitnya Rp300 juta untuk mendampingi anaknya mengikuti proses seleksi masuk Bintara.

Baca juga:  Polda NTB Musnahkan Bahan Peledak Sisa Perang

Sampai-sampai dia menjual tanah warisan orang tua. Meski sudah merogoh kocek, anaknya tetap dinyatakan tidak lulus tinggi badan. Uang disetor tapi anaknya batal lulus. Dia pun meminta TA mengembalikan uang. Tetapi sampai kini TA hilang kabar. Atas alasan itu, Nur melapor. (why)