Jaksa Kebut Pemeriksaan Saksi Kasus APE TK/PAUD Kota Bima 2018

Wayan Suryawan (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Bima mengintensifkan pemeriksaan saksi dugaan korupsi pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) TK/PAUD Kota Bima 2018. Penyidik Pidsus memanggil lagi mantan Kadis Dikbud Kota Bima. Selain itu, para kepala TK/PAUD juga maraton diperiksa.

Kasi Pidsus Kejari Bima Wayan Suryawan menjelaskan bahwa pemeriksaan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini mantan Kadis untuk keperluan penyidikan. “Masih kita periksa sebagai saksi. Pemeriksaan tambahan,” bebernya ditemui di Mataram, kemarin.

KPA diperiksa untuk menjelaskan proses penganggaran, pelaksanaan anggaran, sampai pertanggungjawaban. “Keterangannya (mantan Kadis Dikbud) ada yang kurang saat penyelidikan sehingga kita periksa lagi,” terangnya. Selain KPA, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan pejabat Dinas Dikbud Kota Bima.

Baca juga:  Terdakwa Ikut Ambil Kredit Pakai Dalih Poktan di Kasus Korupsi Bank NTB Dompu

Antara lain kepala bidang, pejabat pembuat komitmen (PPK), dan anggota panitia pemeriksa hasil pekerjaan. Wayan menerangkan bahwa proyek APE itu melibatkan 120 TK/PAUD sebagai pihak penerima. Penerima itu mengajukan proposal kebutuhan kepada dinas. “Kalau yang kepala TK PAUD itu kan banyak. pemeriksaannya bertahap,” ujarnya.

Baca juga:  PPK, Konsultan Pengawas, dan Kontraktor Pelaksana Jadi Tersangka Kasus Dermaga Gili Air 2017

Dari penyidikan sementara, APE untuk TK/PAUD sudah tersalurkan semua. Namun penyidik menduga ada indikasi pengadaan APE itu tidak sesuai dengan kebutuhan. Imbasnya, tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pengadaan APE TK/PAUD itu dianggarkan melalui APBD Kota Bima tahun 2018. Pagu anggarannya sebesar Rp3,7 miliar. Anggaran itu dibagi lagi dengan klasifikasi untuk 94 TK/PAUD negeri dan swasta. Rinciannya, Rp1,9 miliar untuk TK/PAUD negeri dan Rp1,8 miliar untuk TK/PAUD swasta. (why)