Mantan Koordinator PKH Lotim Divonis Penjara 2,5 Tahun

Terdakwa korupsi dana PKH Montong Gading Lombok Timur, Fatoni berjalan meninggalkan ruang persidangan Senin, 2 September 2019 usai mendengarkan vonis hakim. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lombok Timur Fatoni pasrah menerima hukuman. Fatoni menerima putusan hakim yang menghukumnya dengan penjara selama dua tahun enam bulan. Fatoni terbukti memotong dana PKH jatah untuk 126 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Montong Gading.

Ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Anak Agung Ngurah Rajendra menjatuhi Fatoni vonis penjara dalam sidang Senin, 2 September 2019 kemarin. Vonis berdasar pada pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Fatoni dengan penjara selama dua tahun enam bulan,” ucap Agung membacakan amar putusannya.

Baca juga:  Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Modal Kerja Perumahan Dompu Mangkir

Majelis hakim juga membebankan denda kepada Fatoni sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan. Fatoni pun wajib mengganti kerugian negara sebesar Rp157,24 juta. Apabila tidak dibayar maka harus diganti penjara satu tahun.

Jaksa penuntut umum Wazir Iman Supriyanto mengaku masih pikir-pikir atas vonis hakim tersebut. Sementara Fatoni langsung menyatakan menerima.

Fatoni dihukum penjara karena korupsi saat mendampingi 126 KPM PKH Montong Gading mengetahui PIN tersebut. Awalnya, dia diminta untuk mencairkan dana itu sekaligus. Setiap penerima PKH mendapat Rp1,5 juta per tahun yang dibagikan per tiga bulan sekali. Masing-masing rekening dicairkan sebesar Rp1,4 juta karena Rp100 ribu sisanya dipakai untuk biaya administrasi bank.

Baca juga:  Terungkap, Proyek Rusun yang Kena OTT Didampingi TP4D

Dana PKH tahap I dan tahap II tahun 2018 yang sudah cair tidak langsung diberikan kepada KPM. Melainkan mampir di rekening pribadi Fathoni dulu. ATM yang seharusnya dipakai penerima PKH pun baru dibagikan ke KPM saat pencairan tahap III. Fatoni memakai uang PKH jatah KPM itu untuk membiayai modal istrinya berbisnis pakaian. Selain itu, sebesar Rp15 juta sudah dipakai untuk bertransaksi mata uang kripto Bitcoin. (why)