Diduga Korupsi Dana BOS, Mantan Kepala SMAN 1 Monta Dituntut 1,5 Tahun

Jaksa penuntut umum Wayan Suryawan (paling kiri) membacakan tuntutan terhadap terdakwa korupsi dana BOS SMAN 1 Monta, Senin, 2 September 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala SMAN 1 Monta Nurul Mubin dinilai jaksa penuntut umum terbukti bersalah melakukan korupsi. Mubin dituntut penjara selama satu tahun enam bulan. Jaksa menyatakan terdakwa korupsi dana BOS tahun 2016 ini menyalahgunakan kewenangannya yang membuat negara rugi Rp339,3 juta.

Jaksa penuntut umum Wayan Suryawan membacakan surat tuntutannya dalam sidang Senin, 2 September 2019 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Anak Agung Ngurah Rajendra. Wayan menyebut terdakwa Mubin terbukti bersalah sesuai dakwaan pasal 3 juncto pasal 18 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Menuntut majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Nurul Mubin selama satu tahun enam bulan,” kata Wayan. “Membebankan pidana denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan penjara,” imbuhnya. Jaksa juga meminta hakim agar membebani Mubin dengan pembayaran uang pengganti kerugian negara yang totalnya Rp339,3 juta. Rp150 juta diantaranya sudah dititipkan sebelumnya. Mubin menurut jaksa harus membayar sisanya lagi.

Baca juga:  Kejagung Periksa Pejabat Balai Sertifikasi Benih NTB

“Membebankan terdakwa untuk membayar kerugian negara sebesar Rp169,7 juta,” ucap Wayan. Ketentuannya, harta benda Mubin akan disita dan dilelang apabila tidak membayar dalam jangka waktu satu bulan sejak putusan inkrah. Apabila tidak punya harta benda untuk disita, maka Mubin wajib menggantinya dengan penjara selama satu tahun.

Wayan mengatakan, berdasarkan fakta hukum, pemeriksaan saksi, dan bukti menunjukkan Mubin terbukti korupsi pengelolaan dana BOS tahun 2016. Terdakwa Mubin dibantu dua bawahannya bergantian, mantan Bendahara SMAN 1 Monta Umar Zakaria dan Wahidin. Wahidin meninggal dunia di Lapas Mataram, semasa sidang masih berjalan. Jaksa sudah menghentikan penuntutan atas terdakwa Wahidin.

Baca juga:  Kasus Dana Insentif Marbot, Penyaluran Lewat Batas Waktu

Total dana BOS yang diterima sejumlah Rp706,6 juta. Mubin memakai dana BOS tersebut tanpa melibatkan tim manajemen BOS pada setiap kegiatan. Mubin sebagai pengelola dana tidak membuat laporan pertanggungjawaban.

Umar membantu membuat laporan pertanggungjawaban dana triwulan I yang sudah dimanipulasi. Sementara Wahidin melakukan hal yang sama seperti Umar pada LPH triwulan ke-II sampai ke-IV. Nota dan kuitansi dibuat sendiri. Untuk membuat seolah-olah sah, mereka membuat duplikat stempel atau cap toko. Total kerugian negaranya sebesar Rp339,3 juta. (why)