Mantan Kepala KCPS Bank NTB Dompu Didakwa Turut Korupsi Kredit Rp1,5 Miliar

Mantan Kepala KCPS Bank NTB Dompu A Hafid menaiki mobil tahanan, Senin, 2 September 2019 kemarin usai menjalani sidang perdana korupsi penyaluran kredit Rp1,5 miliar. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Bank NTB Dompu H A Hafid mulai menjalani sidang perdana, Senin, 2 September 2019 kemarin. Hafid didakwa turut serta korupsi penyaluran kredit kepada 14 nasabah bermasalah. Kerugiannya mencapai Rp1,5 miliar.

Jaksa penuntut umum M. Isa Ansyori mendakwa Hafid membantu mantan analis kredit, M Faisal untuk meloloskan kredit yang tidak sesuai SOP. Faisal sudah menjadi terpidana dengan hukuman lima tahun penjara.

“Terdakwa secara bersama-sama korupsi dengan Faisal,” kata jaksa penuntut umum di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Sidang dipimpin Anak Agung Ngurah Rajendra.

Baca juga:  Kalapas Pertimbangkan Opsi Pindah Dorfin Felix ke Nusakambangan

Hafid membantu Faisal meloloskan pengajuan kredit 14 nasabah sepanjang rentang waktu tahun 2013-2015. Sebagai pimpinan, Hafid tidak menerapkan prinsip kehati-hatian. Sebaliknya dia justru menyetujui pengusulan kredit yang dimanipulasi Faisal.

“Terdakwa mengetahui serta menyetujui pembiayaan (kredit) kepada 14 nasabah bermasalah atau yang tidak sesuai SOP pembiayaan,” terang Isa. Hasil audit internal bank pembangunan daerah NTB ini menemukan pengucuran kredit sebedlar Rp1,5 miliar bermasalah. Audit itu dipimpin Hafid sendiri. Sementara BPKP menghitung kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar.

Baca juga:  Penyidik Telusuri Aliran Dana Setoran Proyek Rusun

Penasihat hukum Hafid, Edi Susanto menyatakan keberatan atas dakwaan tersebut. Notanya akan disampaikan dalam sidang selanjutnya. “Kami mohon kesempatan untuk mengajukan eksepsi,” ujarnya. Sidang kemudian ditunda untuk dibuka kembali pada Senin pekan depan dengan agenda mendengarkan nota keberatan terdakwa. (why)