Proyek Dua Jembatan di Sumbawa, TP4D Tak Beri Toleransi Perpanjangan Waktu

Proyek jembatan gantung di KSB dalam pengawasan TP4D. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dua proyek jembatan sedang dikerjakan di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam proses pengawasan TP4D. Rekanan  pelaksana diingatkan agar bekerja tepat waktu sampai 31 Desember mendatang sebagai batas akhir. Diingatkan tidak ada lagi toleransi perpanjangan waktu. Januari tahun 2020 jika pekerjaan molor.

Proyek dikerjakan Balai Jalan Nasional (BJN) untuk tahun anggaran 2019, berupa pembangunan Jembatan Labu Sawo di Sumbawa dan Jembatan Gantung II KSB.

Proyek Labu Sawo senilai Rp31,223 miliar, dikerjakan oleh PT Mitra Afangga Nusantara. Hasil monitoring akhir pekan kemarin,  progresnya mencapai 88,14 persen.

‘’TP4D menekankan kepada pelaksana dan penyedia, PPK dan pengawas untuk bekerja secara profesional, tepat waktu, tepat  kualitas dan mutu sampai 31 Desember 2019. Karena tidak ada rekomendasi perpanjangan,’’ tegas juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH didampingi Kasi TP4D Erwin Indrapraja, SH.,MH Senin, 2 September 2019. Meski ada aturan memperbolehkan perpanjangan pada masa pemeliharaan, namun pihaknya mengingatkan agar tetap tepat waktu sampai 31 Desember.

Baca juga:  TP4D Rekomendasikan Putus Kontrak Proyek Jembatan Nasional

Pantauan saat cek fisik, tim memastikan semua material sudah ada dan tinggal dilakukan pemasangan.  Mereka meminta kepada penyedia untuk dilakukan uji lab pada material bangunan tersebut, sehingga layak digunakan.

‘’Harus uji lab material untuk tentukan kualitas beton. Hasilnya diserahkan ke kami. Pastikan kualitas beton dan tiang pancangnya,’’ imbuh Dedi.

Tim juga menginatkan kepada pelaksana pekerjaan untuk mempercepat pembangunan. Sebab pada November nanti akan masuk musim hujan.  Cuaca akan menjadi faktor pemicu lambannya pekerjaan. Faktor cuaca, material dan tenaga kerja harus benar benar dipertimbangkan, agar  pekerjaan tidak molor.

Baca juga:  Perluasan Gedung RSUD, Pemkot Mataram Pinjam Dana Rp 118 Miliar

Pembangunan jembatan gantung di KSB juga sedang dalam pengawasan. Progres pekerjaan sudah mencapai 19 persen, dikerjakan CV Sagita dengan nilai Rp3,041 miliar. Progres 19 persen ini merupakan paket tambahan  yang anggarannya bersumber dari APBN Perubahan.

Terhadap pelaksana pekerjaan ini, tim TP4D juga tidak merekomendasikan perpanjangan waktu, sehingga harus selesai sampai 31 Desember. Sebab jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena selama ini menyebrang sungai dengan perahu. Jembatan itu menjadi penghubung Desa Brang Rope dengan Desa Tamekan Kecamatan Taliwang, KSB.

Masyarakat mendukung penuh pembangunan itu, bahkan bentuk antusiasmenya  dengan menghibahkan lahannya untuk pembangunan kawasan jembatan. (ars)