TP4D Cek Fisik Proyek Jalan Nasional Jalur Wisata Sembalun

Pengecekan fisik TP4D bersama BJN I NTB, serta pihak pelaksana proyek di jalur Bawak Nao, Sembalun Lombok Timur. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Akhir pekan kemarin Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah  (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB turun lapangan cek fisik proyek jalan nasional di Sembalun, Lombok Timur. Mega proyek nasional senilai Rp224 miliar lebih ini, dihajatkan untuk mendukung perkembangan wisata Rinjani.

TP4D turun bersama Balai Jalan Nasional (BJN) I Nusa Tenggara Barat, perwakilan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), rekanan pelaksana dan konsultan perencana. Tim melakukan pemeriksaan fisik progres hot mix jalan, dimana lajurnya akan menghubungkan tiga kecamatan dan dua kabupaten. Mulai dari Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara hingga Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

“Dari hasil monitoring tersebut, pekerjaan pelebaran jalan berjalan dengan maksimal dengan progres 73 persen,” kata Kasi TP4D Bidang Inteljen Kejati NTB, Erwin Indrapraja, SH.,MH., kepada Suara NTB, Jumat, 30 Agustus 2019.

Baca juga:  Pengadaan APE TK/PAUD Kota Bima Diduga Mubazir

Pekerjaan jalan tersebut memang sempat jadi hambatan, karena berbenturan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Ruas jalan melewati hutan Bawak Nao kawasan TNGR sepanjang sekitar empat kilometer. “Sempat terhambat permasalahan izin TNGR, namun alhamdulillah permasalahan tersebt sudah dapat terselesaikan. Sekarang PPK dan penyedia barang, kami minta untuk menggunakan metode percepatan agar kegiatan tersebut tepat waktu dan berkualitas,” kata Erwin.

Sejak mengajukan permintaan pendampingan TP4D, timnya tetap intens memantau pelaksanaan teknis dan non teknis pekerjaan ini, dengan nomenklatur pelebaran jalan Pemenang – Bayan – Sembalun.

Selain jalur hot mix, paket pekerjaan lain yang dipantau adalah pergantian Jembatan Longken di ruas jalur itu, juga pergantian Jembatan Songken, pergantian Jembatan Koko Segara dan pergantian Jembatan Tampes. Proyek strategis nasional itu untuk peningkatan kualitas jalur pariwisata mulai dari Bayan, hingga Sembalun Bumbung yang merupakan kawasan TNGR.

Baca juga:  Somasi Soroti Rencana Pembangunan Graha DPRD Mataram

“Program ini adalah salah satu upaya mendukung kegiatan pendakian Gunung Rinjani,” kata Kepala Balai TNGR Sudiyono belum lama ini. Pengerjaan berupa berbaikan dan pelebaran jalan itu dinilai sangat penting karena menjadi jalan penghubung destinasi wisata Sembalun. Apalagi destinasi wisata itu merupakan salah satu pintu masuk pendakian utama di Gunung Rinjani.

Sesuai informasi lelang di LPSE PU, pagu anggaran proyek kakap ini mencapai Rp 224.849.792.000, bersumber dari APBN tahun 2018. “Jadi proyek ini menghubungkan Sembalun Kabupaten Lombok Timur dengan Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya.

Pembangunan ruas jalan nasional ini menjadi keharusan karena menurut pihak Balai Pelaksana Jalan IX Mataram, kualitas jalan saat ini kondisinya rusak di beberapa lokasi. Pihaknya ingin memastikan akses yang layak untuk kegiatan wisata. (ars)