Kasus LCC, Kejati Tetapkan Tersangka Setelah Kantongi Kerugian Negara

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB belum mengumumkan siapa tersangka dalam kasus Lombok City Center (LCC) Lombok Barat. Alasannya, masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal itu diungkapkan tim penyidik Pidsus Kejati NTB saat hearing dengan LSM Kasta NTB yang mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut, Kamis, 29 Agustus 2019.

“LSM Kasta menanyakan perkembangan penyidikan. Tanggapan penyidik, bahwa masih menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari BPKP. Jika sudah ada hasil audit tersebut sudah diterima penyidik, maka selanjutnya penetapan nama nama  tersangka,” kata juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH., MH mengutip isi hearing.

Penetapan tersangka akan melalui proses gelar perkara setelah audit diterima. Karena dengan audit kerugian itu, akan menguatkan indikasi pidana pada kasus tersebut.  Mengenai siapa calon tersangka dalam kasus ini, Dedi Irawan mengungkapkan, masih dikantongi penyidik. Nama tersangka hanya akan disampaikan setelah dimatangkan audit.

Sementara menunggu audit, menurutnya, proses penyidikan diakuinya masih berjalan. Penyidik pada Pidsus terus melengkapi berkas.

Dihubungi terpisah, Korwas Investigasi BPKP NTB, Adi Sucipto mengaku sudah menurunkan tim untuk audit sesuai permintaan Kejati NTB. Namun tidak dijelaskan, bagian mana yang akan diaudit. Apakah agunan 8,4 hektar senilai Rp93 miliar atau penyertaan modal Rp1,7 miliar? Tak dijawabnya lugas. “Tidak dua duanya,” sebutnya menjawab Suara NTB. Ditanya lagi lebih spesifik item yang diaudit, disarankan menanyakan itu kepada penyidik Kejati NTB. Alasannya penyidik sebagai otoritas karena sebagai pihak yang mengajukan audit. (ars)