Karyawan Subkontraktor Curi Meteran Listrik Pelanggan

Kapolres Mataram H. Saiful Alam menunjukkan barang bukti meteran listrik yang diduga dicuri. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Menggelapkan pembayaran pelanggan pasang baru listrik membuat Ismullah (24) bingung. Uang sudah terlanjut habis sementara meteran listrik belum terpasang. Tersangka berpikir pendek. Stok meteran listrik dicurinya dari gudang subkontraktor tempatnya bekerja.

Kapolres Mataram AKBP H. Saiful Alam menjelaskan tersangka awalnya sudah menerima pembayaran senilai total Rp3,5 juta dari dua pelanggan. Satu untuk tegangan 2.200 VA di Gerung Lombok Barat, dan satu lagi tegangan 900 VA untuk pelanggan di Lembar, Lombok Barat. “Uangnya sudah dibayar di muka, sudah habis. Sementara meteran listrik belum terpasang,” ucapnya Selasa, 27 Agustus 2019.

Baca juga:  Penusukan di Hotel, Pelaku Diduga Kehabisan Uang Kencani Wanita

Pelanggan yang sudah membayar itu mendesak pemasangan kepada tersangka. Tetapi stok meteran listrik sudah dipakainya untuk memasang di tempat lain. Alam menambahkan, Polres Mataram menerima informasi bahwa meteran listrik merek Smart itu belakangan diketahui sudah dijual lagi.

Meteran yang sudah diambil untuk dua pelanggan itu ternyata dia jual ke Getap, Cakranegara Selatan Baru, Cakranegara. Yakni kepada RIs (31) dan Udin (22). “Keduanya dikenai pasal penadahan barang curian,” jelasnya. Masing-masing penadah itu, kata Alam, membeli meteran listrik dari Ismul sebesar Rp2,2 juta dan Rp1,2 juta.  Tersangka menggali lubang untuk menutup lubang.

Baca juga:  Tersangka Pencuri Mesin Perahu Nelayan Ditangkap

Tersangka Ismul dijerat dengan pasal 362 KUHP. Sementara Ris dan Udin dikenai pasal 480 KUHP. “Untuk eksekutor pemetiknya ini maksimal ancaman penjaranya lima tahun. Yang penadah ancaman pidana paling lama empat tahun,” tutupnya. (why)