Lagi, Jaksa Periksa Dua Tersangka Kasus Modal Kerja Perumahan Dompu

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik Kejati NTB memeriksa lagi Direktur PT Pesona Dompu Mandiri Surahman. Pemeriksaan itu terkait kelengkapan berkas kasus korupsi penyaluran kredit modal kerja perumahan sebesar Rp6,2 miliar. Keterangan saksi dan bukti sebelumnya sudah lengkap.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan menegaskan pemeriksaan tersangka itu untuk keperluan penyidikan. Belum ada tersangka yang ditahan dalam kasus tersebut.

“Soal penahanan ini subyektif penyidik. Ini kan masih pemberkasan. Tergantung penyidik kalau tersangka masih kooperatif bisa saja tidak ditahan,” paparnya dikonfirmasi Jumat, 23 Agustus 2019.

Baca juga:  Kalapas Pertimbangkan Opsi Pindah Dorfin Felix ke Nusakambangan

Penahanan merupakan kewenangan penyidik. Selanjutnya, apabila diperlukan tersangka akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan. “Nanti tersangka akan dipanggil lagi,” tandas Dedi.

Dugaan penyimpangan kredit itu sudah menyeret dua orang menjadi tersangka. Yakni mantan Pimpinan Bank NTB Cabang Dompu, Syarifudin Ramdan dan Direktur PT Pesona Dompu Mandiri, Surahman.

Para tersangka diduga melanggar pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga:  Kasus Dana Insentif Marbot, Penyaluran Lewat Batas Waktu

Para tersangka diduga bersekongkol dalam pemberian kredit modal kerja dari Bank NTB Cabang Dompu kepada PT PDM senilai Rp6,3 miliar. Nilai tersebut merupakan besaran kredit yang sudah dikucurkan dari total Rp10 miliar.

Modus korupsi diduga dengan mengabaikan prosedur operasional standar seperti kelayakan calon debitur sampai manipulasi dokumen persyaratan. Debitur tetap diajukan layak kredit. (why)