OTT Kepala Imigrasi, KPK Periksa Saksi Tambahan

Purnama (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan saksi tambahan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Imigrasi Mataram, Kurniadie. Pemeriksaan sejak Selasa, 20 Agustus 2019 dan berakhir Jumat, 23 Agustus 2019. Tujuannya, untuk kelengkapan penyidikan untuk tersangka Kurniadie dan pengusaha Liliana Hidayat.

Penyidik KPK melanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi suap dalam perkara penyalahgunaan izin tinggal  di lingkup kerja Kantor Imigrasi Kelas I Mataram. Pemeriksaan berlangsung   di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB. Pemeriksaan itu dibenarkan Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Purnama, SIK.

“Benar ada tim KPK yang meminjam gedung Ditreskrimsus. Pemeriksaan sejak Selasa, sudah selesai hari ini,” ujar Kabid Humas kepada Suara NTB, Jumat, 23 Agustus 2019. Namun tidak diketahuinya materi pemeriksaan dan siapa saja yang diklarifikasi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin di Mataram, Rabu, membenarkan penyidik KPK meminjam ruangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi suap imigrasi.

Sejak Rabu, 21 Agustus 2019 siang, sejumlah pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Mataram hadir memenuhi panggilan penyidik KPK di lantai dua gedung Ditreskrimsus Polda NTB.

Pegawai imigrasi Bagus Wicaksono ditemui usai pemeriksaannya, membenarkan panggilan oleh penyidik KPK untuk pemeriksaan lanjutannya.  “Iya pemeriksaan lagi. Masih ada juga yang (diperiksa) di atas,” sebut Bagus Wicaksono.

Sebelumnya pada pertengahan Juni lalu, penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Dalam kurun waktu lima hari, sepuluh pegawai imigrasi diperiksa, mulai dari staf, penyidik PNS, pejabat imigrasi. Pejabat Kanwil Kemenkum HAM NTB  juga diperiksa, di antaranya Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham NTB Wilopo.

Selain dari pihak lingkup Kemenkum HAM, sejumlah saksi dari manajemen Wyndham Sundancer Lombok Resort juga diperiksa karena terlibat sebagai pemberi uang suap Rp1,2 miliar. Salah satunya yang menjalani pemeriksaan adalah mantan General Manager Hotel, Nanang Supriadi.  KPK juga menyasar dua WNA,  Manikam Katherasan asal Singapura dan Geoffery William Bower asal Australia. Pemeriksaan diwakili Kuasa Hukumnya Dr. Ainuddin, SH.,MH. Sebab kedua WNA sudah dilakukan deportasi terkait penyalahgunaan izin tinggal. Pihak perbankan dari Bank BNI juga dihadirkan penyidik KPK sebagai saksi.

Terkait kasus ini, KPK menetapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie  sebagai tersangka penerima suap Rp1,2 miliar, bersama Yusriansyah Fazrin, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram.

Selain itu, KPK menetapkan pihak pemberi suap, Liliana Hidayat selaku Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia (WBI), yang juga pemilik saham Hotel Wyndham Sundancer Resort Lombok.

Dalam perkembangannya, Pengadilan Negeri Tipikor Mataram telah menggelar sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan untuk terdakwa Liliana Hidayat, pada Rabu , 21 Agustus 2019 pagi. Dari hasil persidangan, Majelis Hakim yang diketuai Isnurul Syamsil Arif menyatakan sidangnya dilanjutkan pada Rabu, 28 Agustus 2019, pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari pihak migrasi. (ars)