Kasus Bibit Bawang Merah Bima, Penyidik Dalami Indikasi Kerugian Negara

Syarif Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyelidikan dugaan penyimpangan pengadaan bibit Bawang Merah Bima tahun 2015-2017 terindikasi merugikan keuangan negara. Pengadaan bibit tersebut jadi temuan Aparat Intern Pengawas Pemerintah (APIP). Penyidik mendalami hasil laporan hasil pemeriksaan Inspektorat.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat mengaku masih menunggu LHP tersebut dari Insepektorat Kabupaten Bima. “Indikasinya itu ada temuan 2 sekian miliar. Tanya Inspektorat lah,” ucapnya dikonfirmasi Selasa, 20 Agustus 2019.

Dia mengatakan posisi kasus tersebut masih penyelidikan. meskipun ada indikasi kerugian negara, namun penyidik masih perlu mendalami lagi mengenai indikasi perbuatan melawan hukumnya. “Kita masih menunggu LHP itu. Nanti kita dalami apakah kerugian negara itu dari perbuatan korupsi,”

sebut Syarif.

Baca juga:  Kasus Pegadaian Godo Bima, Saksi Nasabah Mulai Diperiksa

Pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Bima tahun 2015 sebesar Rp 18 miliar. Rekanan proyek CV AP memenangi tender senilai Rp17,2 miliar. Untuk tahun 2016, bibit disediakan PT LB dengan kontrak Rp24,3 miliar untuk tahap pertama. Tahap kedua kontraknya Rp16,1 miliar yang dikerjakan PT QPI.

Baca juga:  Kadistanbun NTB dan Rekanan Diperiksa Penyidik Kejagung

Kabupaten Bima mendapat kucuran anggaran dari APBN tahun 2017 untuk pengadaan bibit bawang merah. CV CA memenangi kontrak pengadaan sebesar Rp2,1 miliar. Pengadaan tersebut sebelumnya menjadi temuan Inspektorat Jenderal Kementan RI.

Dalam penyelidikan kasus itu, penyidik sudah mengklarifikasi kelompok petani di 13 kecamatan di Kabupaten Bima. Saksi lainnya antara lain pejabat Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, seperti pejabat pembuat komitmen, dan kuasa pengguna anggaran. (why)